Puding Susu Nangka | Behind The Scene

Puding Susu Nangka

Puding Susu Nangka

Punten, kalau postingan ini keluar dari tema utama blog saya 😀 Jadi selain suka menulis sedikit-sedikit dan bikin presentasi, saya juga hobi memasak. Alhamdulillaah, teman-teman (dan kucing) yang jadi tester menyukai beberapa masakan yang saya buat. Entah karena memang suka atau karena rasa lapar yang mendera yang membuat mereka menghabiskan makanan tersebut.

Resep yang saya share pertama kali di jejaring sosial khusus ibu-ibu tukang masak – Cookpad – adalah Puding Susu Nangka ini. Setelah beberapa hari saya posting resep yang saya temukan di Google tsb tiba-tiba saja ada yang memberikan komentar:

Halo fais, resepnya bagusss.. Sekalian aja diikutsertakan di kontes resep Frutitivity. Caranya mba ke halaman kontes di https://cookpad.com/id/contests/9-fruitivity trus pilh resep ini dan submit deh 😀 Hal ini supaya resepnya tampil di halaman kontes dan bisa dilihat lebih banyak orang… yuk ikutan mba :D”

Saya mbatin dipanggil “mba” seperti itu. Tapi bukan itu yang mau saya bahas. Saya pun kemudian menyertakan resep puding tsb ke lomba Fruitivity yang dimaksud dan kemarin dapat email notifikasi dari Cookpad bahwa:

Email dari CookPad

Dah aku mah apa atuh… Resep puding sederhana gitu saja banyak yang tengok. Mudah-mudahan mereka tidak menelan pil pahit kekecewaan setelah mencobanya. Oiya hampir lupa, ide membuat puding ini bermula ketika di suatu sore ketika saya bangun dari tidur siang yang panjang mencium aroma nangka. Hmmm.. darimana aroma ini berasal? Tepat di dekat kasur ternyata ada setengah bagian nangka besar, disimpan oleh mang Ustadz Didin, sekretaris DKM. Alhamdulillaah… Inikah yang disebut sebagai “Rezeki Anak Sholeh” tsb?

Otak saya berputar bagaimana caranya agar nangka sebanyak ini cepat habis. Kemudian ingatan saya melayang ke rumah mungil di Kalimantan nun jauh di sana. Teringat pada Ibu saya yang sangat pandai membuat kue basah. Tiap Ramadhan, berbagai jajanan kue basah yang dibuat olehnya, seperti nasi-nasi (Bugis: Cella Ulu), puding jagung, kue ijo lumut, kue pisang dan puding nangka. OMG, beliau bisa membuat itu semua dari pagi sampai sore, luar biasa. Tepuk tangan untuk ibu saya pemirsa!

Mungkin cuma saya yang bahagia, kalau ada kue ibu yang dititip di tempat keluarga tidak habis terjual. Lho kok bisa? Sebab bagian sisa-sisa itu biasanya saya yang mengeksekusi dan menghabisi, padahal sebenarnya saya sudah dapat jatah beberapa persen sebelum kue-kue itu diantarkan oleh adik saya. Ya itu lah manusia, tak pandai bersyukur jika diberikan kenikmatan.

Nah, kembali ke Nangka ya. Saya pun meng-sms ibu saya untuk menanyakan resepnya, seperti yang biasa saya lakukan ketika kangen makanan rumah. Mulai dari tumis kangkung, sayur bening, sayur oyong sampai sop daging saya tanyakan padanya. Dan alhamdulillaah pasti dibalas. Tapi kali ini tak dibalas, ada apa ini, apakah karna mama minta pulsa? Ataukah ini resep rahasia? Saya kan.. ah sudahlah… Mungkin karna resepnya terlalu panjang, atau mungkin karna sedang ada kesibukan lain. Semoga Allah menjaganya selalu. Maafkan ananda yang selalu merepotkanmu.

Saya pun mencari resep tsb di Google and finally I found this: Resep Membuat Puding Buah Nangka Susu. Saya coba memodifikasi pada santannya, saya menggunakan Santan instan, sebut saja merk-nya Kara. Karna jujur walaupun sering membantu ibu memasak sejak SD sampai kuliah pas pulang kampung tetap saja saya tak bisa membuat santan dari kelapa yang diparut. Sebelum melebar dan meluber kemana-mana cerita saya lebih baik to the point saja langsung kita bahas resepnya ya! This is it, Puding Susu Nangka (Pusaka) by (calon) chef Fais al-Fatih:

Bahan:

1 bungkus agar-agar putih
600 ml santan (santan kara 65ml + air)
6 sdm gula pasir
1/2 kaleng susu kental manis
secukupnya vanili dan garam
6 biji nangka (potong kecil-kecil)

Cara Membuat:

  1. Masukkan agar-agar, garam, santan, vanili dan gula pasir ke dalam panci.
  2. Aduk-aduk bahan yang sudah dicampur supaya tidak menggumpal kemudian rebus di atas api sedang sampai mendidih sambil diaduk-aduk.
  3. Matikan api lalu masukkan susu kental manis sambil diaduk rata.
  4. Tuang ke dalam cetakan yang sudah ditaburi nangka, tunggu sampai dingin dan kaku.
  5. Potong-potong pudingnya dan siap dihidangkan. Disajikan dalam keadaan dingin apalagi saat berbuka puasa insya Allah lebih nikmat. Jangan lupa baca bismillaah ya. 🙂

Bagaimana dengan hasilnya saudara-saudara? Alhamdulillaah gurih dan lembut.. Nikmat luar biasa… Tips dari ibu saya, potong nangkanya kecil-kecil, sangat kecil, agar ketika pudingnya dipotong tidak rusak penampilannya seperti yang saya buat. Hikss.

“Anyone can cook!” Itulah yang dikatakan Chef Gusteau dalam film Ratatouille. Siapapun bisa masak, insya Allah asal mau mencoba dan tak pantang menyerah. Walaupun kondisi dapur seadanya kemarin alhamdulillah bisa. Centong sayur tak ada, hilang entah kemana. Dengan terpaksa saya pun mengaduk campuran bahan di atas menggunakan sendok nasi. Hihi..

Jadi masaklah wahai saudaraku mahasiswa, agar bisa menghemat kiriman orang tua dan kita bisa berbagi dengan tetangga.

Terima kasih. 🙂

Advertisements