Keutamaan Mempelajari Sirah


Oleh: Ust. Asep Sobari, Lc

Tidak ada yang dapat memperbaiki kondisi umat Islam, kecuali dengan menapaki jejak yang membuat baik generasi terdahulunya. (Imam Malik) ‪#‎SCI‬

Khairu Ummah (umat terbaik) bukan ‘gelar’ kehormatan bagi setiap generasi Islam, tapi ‘stempel’ yang dibubuhkan Allah kepada generasi awal Islam. #SCI

Peradaban selalu dimulai dari al-fikrah ad-diniyah atau ide-ide berlandaskan agama. (Malek Bennabi) #SCI

Peradaban Islam adalah peradaban risalah; memadukan kemurnian wahyu dengan totalitas upaya manusia yang patuh kepadanya. #SCI

Sirah Nabi Saw merupakan ‘buku’ kehidupan yang menggambarkan implementasi ideal setiap ajaran Allah yang terkandung dalam al-Qur’an. #SCI

Al-Qur’an memosisikan Rasulullah Saw sebagai USWAH (teladan). Ini berarti, secara mendasar, Nabi bisa ditiru dan diikuti, bahkan harus! #SCI

Mempelajari Sirah berarti mempelajari Sunnah Nabi Saw secara utuh dan menyeluruh. #SCI

Sirah tidak hanya terkait sisi-sisi privat kehidupan Nabi Saw, tapi juga mencakup posisinya sebagai bagian dari dinamika umat yang besar. #SCI

Kisah Musa As memberi pelajaran kepada kita bahwa kehadiran seorang pemimpin besar saja tidak cukup untuk membangun peradaban! #SCI

Peradaban lahir dari kepempimpinan yang hebat dan tanggung jawab kolektif pada setiap elemen masyarakat terhadap fikrah risalah. #SCI

Generasi Sahabat adalah generasi yang ‘dipilih’ Allah Swt untuk menyertai Nabi Saw dalam membangun Peradaban Islam. #SCI

Mempelajari Sirah tidak akan sempurna tanpa menyertakan pencapaian besar para Sahabat. #SCI

Sirah mengajarkan, kehadiran Islam bukan sebagai entitas yang hendak berhadapan dan memusnakah entitas umat lain yang berlawanan. #SCI

Sirah mengajarkan, kehadiran Islam adalah untuk ‘mencerahkan’ (futuh) umat manusia dari kegelapan jahiliyah menuju cahaya petunjuk Allah. #SCI

Sirah mengajarkan, dengan melandaskan kehidupan pada wahyu, maka hidup manusia lebih beradab, mewujudkan kebahagiaan dunia sebelum akhirat. #SCI

Posted from WordPress for Windows Phone

Advertisements

Nasehat Dari Nikmat Allah Bernama Sakit

Oleh : Ust. Salim A Fillah

1. #Sakit adalah bagian dari musibah yang telah Allah ukur kadarnya untuk dihadiahkan pada hamba-hamba terpilih yang mampu menanggungnya.

2. #Sakit, sebagaimana tiap ujian, tidaklah menguji kemampuan sebab telah diukur tepat sesuai daya tahan. Ia menguji kemauan memberi makna.

3. Maka dia nan mampu memberi makna terbaik bagi #Sakit, kemuliaannya akan diangkat untuk membuat malaikat yang selalu sehat itu tertakjub.

4. Bersyukurlah Salim diajari Mas @_pepeng yang pernah memaknai #Sakit & musibahnya: “Tugas kita meng-HADAP-i, biar Allah yang meng-ATAS-i!”

5. #Sakit adalah jalan kenabian Ayyub yang menyejarah. Kesabarannya diabadikan jadi teladan semesta. Hari-hari ini kita bercermin padanya.

6. #Sakit orang mulia bersebabkan kemuliaan; Asy Syafi’i wasir sebab banyak duduk menelaah ilmu, Malik lumpuh tangannya dizhalimi penguasa.

7. Nabi kitapun #Sakit oleh racun paha kambing di Khaibar yang menyelusup di gigit pertama melalui celah gigi yang patah dalam perang Uhud.

8. Tetapi bahkan mereka yang penyebab #Sakit-nya tak semenakjubkan para luhur itu, tetap punya peluang mulia dengan memaknai rasa sakitnya.

9. #Sakit itu dzikruLlah. Mereka yang menderitanya hampir pasti lebih sering & syahdu menyebut asma Allah dibanding ketika dalam sehatnya.

10. #Sakit itu istighfar. Mereka yang sedang disapanya lebih mudah untuk teringat dosa-dosa lama, mengakuinya, & bertaubat mohon ampun.

11. #Sakit itu Tauhid. Mereka yang parah dicengkamnya pasti dituntun orang untuk ber-kalimat thayyibat, mengesakanNya dalam lisan & rasa

12. #Sakit itu Muhasabah. Sebab dia yang sakit punya lebih banyak waktu untuk merenungi diri dalam sepi, menghitung-hitung bekal kembali.

13. #Sakit itu Jihad. Sebab dia yang sakit tak boleh menyerah kalah, dia diwajibkan untuk terus berikhtiar, berjuang bagi kesembuhannya.

14. #Sakit itu ilmu. Dalam menjalani pemeriksaan, berkonsultasi dengan dokter, dirawat, & berobat bertambahlah pengetahuan tentang tubuhnya.

15. #Sakit itu Nasehat. Yang sakit ingatkan nan sehat tuk jaga diri. Yang sehat menghibur si penderita agar bersabar. Allah cinta keduanya.

16. #Sakit itu silaturrahim. Yang jarang datang di saat nan bersangkutan sehat wal afiat, tiba-tiba menjenguk dengan senyum & rindu mesra.

17. #Sakit itu perekat ukhuwah. Kawan lama nan tak bersua bertahun lamanya, tiba-tiba berjumpa di waktu membezuk seorang kolega lainnya.

18. #Sakit itu belajar. Berbaring setengah duduk memungkinkan mencerap ilmu dengan tekun lewat buku, kata-kata terucap, maupun gambar gerak.

19. #Sakit itu membaca, menulis, berkarya. Habiburrahman El Shirazy menggoreskan Ayat-ayat Cinta saat terbaring patah kakinya.

20. #Sakit itu dijamin cinta Allah dalam sabarnya; sabar tetap ibadat, sabar tak bermaksiat, sabar tahan deritanya, sabar menunda capaian..

21. #Sakit itu gugur dosa-dosa. Barang haram terselip tubuh dilarutkan di dunia, anggota badan nan mungkin berdosa dinyerikan & dicuciNya.

22. #Sakit itu mustajab doanya. Sampai-sampai Imam As Suyuthi keliling kota mencari orang sakit lalu minta didoakan oleh mereka.

23. #Sakit itu salah satu keadaan yang menyusahkan syaithan; diajak maksiat tak mampu-tak mau, dosa yang lalu malah disesali lalu diampuni.

24. #Sakit itu membuat sedikit tertawa & banyak menangis; satu perilaku keinsyafan yang disukai Nabi & makhluq-makhluq langit.

25. #Sakit itu meningkatkan kualitas ibadah; ruku’-sujud lebih khusyu’, tasbih-istighfar lebih sering, tahiyat & doa jadi lebih lama.

26. #Sakit itu memperbaiki akhlaq; kesombongan terkikis, sifat tamak dipaksa tunduk, pribadi dibiasakan santun, lembut & tawadhu’.

27. #Sakit itu membuat kita lebih serius mengingat & mempersiapkan kematian. Dia yang merasa dekat maut menghargai waktunya dengan baik.

Twit-twit Penuh Hikmah

Saat anda mendapat kedudukan tinggi, teman2 anda kan tahu siapa anda. Saat anda jatuh, anda akan tahu siapa teman2 anda…

Seorang ulama ditanya ttg seseorng yg rajin ibadah tapi suka ghibah. Dia jawab, mungkin Allah kehendakinya rajin beramal utk orang lain.

Jika burung2 berkicau menyambut pagi yang segar…
Hendaknya kita berzikir menyambut mentari yang bersinar..

Ibnu Taimiah: Siapa yg ingin masuk derajat org mulia dan pilihan, maka setiap kali matahari terbit, niatkan utk memberi manfaat kpd makhluk

Bersatu itu indah..
Berceraiberai itu lemah..

Bersatu itu kapan saja relevan…
Berseteru itu kapan saja tidak relevan…

Kalau akidah tidak dapat menyatukan kalian, apalagi yg dapat menyatukan kalian, kecuali persatuan simbolis dan pragmatis?

Dlm persatuan jangan melulu lihat menang kalah, lihatlah perintah Allah yg pasti mengandung berkah….

Ucapan itu bagai anak panah, semua bisa melontarknnya. Yg penting adlah dirinya tahu kemana sasaran ucapannya spt dia tahu kemana sasaran panahnya..

Syekh Muhamad Habdan: Jadilah spt rembulan, naik meninggi untuk terangi dunia. Jangan spt asap, naik meninggi bikin sesak manusia.

Abdulkarim Bakkar: Saat menerima, yang bangkit adalah naluri. Saat memberi yang bangkit adalah ruhani….

Thariq Suwaidan:
Akal kecil: Sibuk bicarakan materi
Akal menengah: Sibuk bicarakan pribadi2
Akal besar: Sibuk bicarakan teori dan prestasi

Awad Alqarni: Prinsip2 bahagia:
Slalu bersama Allah
Jgn dengki
Jgn khianat
Hidup bersahaja
Berharap kebaikn dibalik musibah
Suka memberi

Nabil Awadhy: Yg paling indah setelah keimanan dan ketaatan adalah persaudaraan hakiki dan cinta sejati.

Yusuf Qardhawi: Perkasa tdk diukur oleh fisik, harta dan jabatan, tapi oleh kekuatan jiwa mnanggung tugas2 besar dan menjauhi perkara2 remeh

Abdulaziz Thuraify: Musuh paling berbahaya bagi kaum muslimin adlh kaum munafiq. Org pandainya saja sulit mengenali mereka, apalagi yg awam.

Jangan katakan berangkat kerja, katakan berangkat ibadah
Jgn katakan cari sesuap nasi, katakan cari karunia ilahi…

Membaca dan menulis sdh dipesankan sejak ayat2 pertama dlm Alquran, Al-alaq:1-5. Sudahkah kita jdi umat pembaca dan penulis….?

Jangan katakan berangkat kerja, katakan berangkat ibadah
Jgn katakan cari sesuap nasi, katakan cari karunia ilahi…

Posted from WordPress for Windows Phone

“Bagi tiap zhalim yang perkasa; Allah selalu hadirkan pejuang gigih”

Auliyanti's Blog

Bagi tiap orang zhalim yang perkasa; Allah selalu hadirkan pejuang gigih. Tapi Dia Maha Kuasa mengakhiri dengan hal kecil & sederhana. #i

Bagi Fir’aun yang merasa kuasa mengalirkan Nil & memperbudak Bani Israil; ada Musa tak putus asa. Tapi airlah yang mengakhiri si raja. #i

Bagi Namrud yang menyatakan mampu menghidupkan & mematikan; ada Ibrahim mendebatnya. Tapi nyamuk saja yang menjadi sebab khatamnya. #i

Bagi gegap gempita kepungan pasukan Ahzab; ada keteguhan Nabi & para sahabat di dalam Khandaq. Tapi anginlah yang menyapu bersihnya. #i

Bagi Abrahah & pasukan gajah yang pongah; ada ‘Abdul Muthalib berserah pada Allah. Lalu batu kecil dari sijjil dilempar burung mungil. #i

Bagi Jalut yang kuatnya membuat takut & kecut; ada Thalut yang diutus bersama tabut. Tapi ketapel kecil bocah Dawud lah pembawa maut. #i

Maka tugas kita atas kezhaliman hanya taat pada Allah & berteguh istiqamah. Lalu bersiaplah tuk kejutan pertolonganNya Yang Maha Jaya…

View original post 200 more words

“Bijak Mensikapi Perbedaan”

“Bijak Mensikapi Perbedaan” | kultwit @salimafillah
Rabu, 25 Desember 2013

1) Ada Shalih(in+at) yang bertanya; dalam Diin, dibenarkankah bersikap & beramal yang berbeda dari ilmu yang difahami & fikih yang diyakini?

2) Atau bagaimanakah kita; jika harus berbeda dengan orang-orang yang kita hormati & cintai dalam perkara penting? Izinkan kami bercerita.

3) “Musibah! Musibah! Inna liLlah wa inna ilaiHi raji’un!”, begitu seru sahabat mulia ‘Abdullah ibn Mas’ud di ‘Arafah pada suatu musim haji.

4) “Aku bersama Nabi, beliau mengqashar. Aku bersama Abu Bakr, dia mengqashar. Aku bersama ‘Umar, dia mengqashar. Dan kini, ‘Utsman tidak!”

5) Kelak, kita tahu; Sayyidina ‘Utsman RadhiyaLlahu ‘Anh punya penjelasan atas sikap beliau yang tak mengqashar shalat dalam haji tersebut.

6) Di waktu shalat berikutnya, tampak Ibn Mas’ud bermakmum di belakang ‘Utsman. Maka beliau ditanya, “Apakah engkau rujuk dari pendapatmu?”

7) “Tidak, demi Allah”, ujar Ibn Mas’ud. “Tetapi perpecahan itu buruk.” Fahaman benar, tepat, & indah. Semoga Allah ridha pada mereka semua.

Kisah lain; Imam Ahmad ibn Hanbal dalam suatu pendapat menyatakan bahwa orang yang keluar darah mengalir, maka wudhu’nya dihukumi batal.

9) Lalu ada yang bertanya pada beliau RhmhLlh, “Apa kau mau bermakmum di belakang Imam yang mimisan (keluar darah dari hidung) saat shalat?

10) Maka beliau menjawab, “SubhanaLlah; bagaimana mungkin aku tidak mau shalat di belakang Imam Malik, Sufyan Ats Tsaury, Imam Al Auza’i?

11) Beliau menyebutkan nama-nama para ‘Alim nan mulia itu; yang mana mereka berpendapat bahwa keluar darah tidaklah membatalkan shalatnya.

12) ‘Abdullah ibn ‘Abbas & Zaid ibn Tsabit, RadhiyaLlahu ‘Anhuma, juga berbeda pendapat dalam banyak hal; salah satunya soal waris/faraidh.

13) Menurut Ibn ‘Abbas; bagian kakek sama dengan ayah kala tiada. Tak demikian menurut Zaid. Ibn ‘Abbas sampai berkata, “Ana sa-ubahiluh..”

14) “Aku akan bermubahalah dengan dia! Bagaimana mungkin dia bedakan bagian kakek dengan ayah tapi tetap samakan bagian anak dengan cucu!”

15) Tapi ketika ada kerabat Ibn ‘Abbas mengalami persoalan itu; beliau justru undang Zaid ibn Tsabit, dimintai fatwa untuk menyelesaikannya.

16) Saat Zaid ibn Tsabit pulang, Ibn ‘Abbas menuntun keledai Zaid & bermaksud mengantar beliau hingga ke rumahnya. Zaidpun merasa tak enak.

17) “Tak usah begitu duhai putra Paman RasuluLlah, tak perlu engkau menuntun keledaiku!” Mendengar hal tersebut, Ibn ‘Abbas pun tersenyum.

18) “Beginilah kami diperintahkan”, ujar Ibn ‘Abbas, “Untuk memuliakan ‘ulama kami.” Zaid ibn Tsabit menukas, “Perlihatkanlah tanganmu.”

19) “..duhai sepupu RasuluLlah!” Maka Ibn ‘Abbas pun menunjukkan tangannya & segeralah Zaid mencium serta mengecupnya dengan penuh ta’zhim.

20) Ibn ‘Abbas amat terkejut dan menegur Zaid, “Apa ini wahai sahabat RasuluLlah? Apa ini wahai penulis Al Quran dan faqihnya kaum Anshar?”

21) Maka Zaid tersenyum, “Demikianlah kami diperintahkan, tuk memuliakan keluarga & ahli bait RasuluLlah ShallaLlahu ‘Alaihi wa Sallam.”

22) Moga Allah ridhai mereka semua; yang luas ilmunya, dalam fikihnya, lapang dadanya, jelita akhlaqnya. Moga kita dimampukan meneladaninya.

23) WaLlahu A’lam bish shawab. إن أريد إلا الإصلاح ما استطعت و ما توفيقي إلا بالله عليه توكلت و إليه أنيب

*https://twitter.com/salimafillah