Tipudaya Seorang Feminis terhadap Ulama Islam

Cahaya Islam yang terangnya meliputi barat dan timur ingin sekali dipadamkan oleh segelintir pihak yang tak suka. Salah satu upaya yang mereka lakukan, selain membredeli situs-situs onlinenya adalah dengan cara mempermainkan dan mengolok-olok dai dan ulamanya. Ingat saat Aa Gym memutuskan untuk poligami? Atau ketika ust. Yusuf Mansur khilaf saat mencoba bisnis patungan? Atau di kala MUI mengeluarkan fatwa-fatwa yang tidak sesuai dengan hawa nafsu mereka? Atau ketika oknum pada partai-partai Islam ada yang berbuat kesalahan? Mereka heboh dan gempar. Lisan mereka banyak yang mencela dan menjatuhkan. Padahal, di antara mereka ada juga yang di KTP-nya tertuliskan Islam, tapi sayang kelakuannya, na’udzubillaah…

Mudah-mudahan kisah berikut ini, bisa menjadi ibrah bagi kita semua, bagaimana dahsyatnya permusuhan mereka terhadap kita, dan bagaimana makar mereka untuk menjatuhkan ulama.

Syaikh Mushthafa Abdur Razzaq adalah seorang ulama besar yang diakui ilmu dan keutamaannya. Beliau pernah menjabat sebagai menteri wakaf Mesir, kemudian menjadi Syaikh Al-Azhar.

Suatu hari, beliau diundang oleh seorang feminis bernama Huda Sya’rawi. Sya’rawi ini adalah aktivis wanita yang sering menyerukan kebebasan bagi wanita. Ia menjadi agen Barat yang mempromosikan pemikiran-pemikiran imperialis. Huda mendapatkan kedudukan terhormat di kalangan imperialis, orientalis dan penyeru westernisasi di sana.

Sya’rawi memutuskan untuk menanggalkan hijab yang dikenakannya setelah kematian suaminya pada tahun 1922. Keputusan “gila” itu dia lakukan sebagai bagian dari aksi “pembebasan” untuk para wanita. Aksinya dipengaruhi oleh seorang feminis Perancis bernama, Eugénie Le Brun. Aksi nekat yang dilakukannya di depan publik ini mengagetkan para muslimah yang hadir di sana. Tetapi kemudian riuh tepuk tangan cetar membahana, memuji aksi yang ia lakukan. Dan beberapa di antara mereka, ikut-ikutan latah melepaskan hijabnya.

Pada pesta yang diselenggarakan oleh Sya’rawi ini bercampur baur antara tamu lelaki dan wanita. Disuguhkan pula berbagai macam makanan dan minuman haram dalam pesta ini.

Syaikh Mushthafa Abdur Razzaq yang di masa itu menjabat sebagai menteri wakaf berkenan untuk datang, karena dalam undangan dikatakan bahwa acara yang diadakan adalah penggalangan dana untuk kegiatan sosial.

Ketika Syaikh Mushthafa masuk ke ruang pesta. Sya’rawi dan beberapa wanita cantik langsung mengerubutinya dengan tujuan untuk menjebak syaikh tersebut. Para wartawan kemudian mengabadikan momen tersebut, dan memuat foto mentri wakaf yang mengenakan jubah dan surban khas ulama sedang bersama wanita-wanita cantik yang sedang memegang rokok di koran-koran mereka.

Majalah Al-Mushawwir Mesir sengaja menjadikan foto fitnah tersebut sebagai headline majalahnya. Peristiwa ini kemudian membuat sebagian kelompok militan menuliskan makalah dengan judul, “Inilah Sorban yang Kami Berlepas Darinya.”

Permasalahan ini semakin pelik, sebab ada beberapa oknum yang mencetak makalah tsb beserta foto-foto yang dimuat di berbagai majalah dan membagikannya di jalanan kota Kairo.

Ketika makalah ini sampai ke tangan, Muhammad Mahmud Basya, Mentri Dalam Negeri sekaligus Perdana Menteri saat itu yang sedang berbaring sakit, ia langsung bereaksi, marah dan memerintahkan untuk membredel majalah dan menahan pemimpin redaksinya.

Ketika mengetahui hal itu, Syaikh Mushthafa Abdur Razzaq bersegara menghadap perdana menteri dan memintanya untuk tidak melanjutkan keinginannya untuk membredel dan menahan pemimpin redaksi majalah tsb. Syaikh bahkan mengancam untuk mengundurkan diri, jika hal itu tetap dilakukan.

Dengan bijak ia berkata, “Wahai yang mulia Basya, saya yang bersalah. Tidak sepatutnya bagi saya untuk menghadiri pesta seperti itu. Dan sudah selayaknya, saya memastikan dan melakukan pengecekan terlebih dahulu sebelum menuju pesta seperti itu.”

“Ya Allah, aku berlindung kepadamu dari fitnah kehidupan dan setelah kematian.”

Referensi:
Fiqh Dakwah Ilallaah, karya Prof. Dr. Taufiq Yusuf al-Wa’iy
Wanita: Antara Pembela dan Pencela (4). url: http://muslimah.or.id/…/wanita-antara-pembela-dan-pencela-4…
Huda Sha’rawi. url: http://en.wikipedia.org/wiki/Huda_Sha%27arawi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s