Apa yang Telah Mereka Lakukan untuk Umat ini?

Erdogan dan Raja Salman

Ada sekelompok pemuda, tak perlu saya sebut nama kelompoknya. Alhamdulillah, mereka begitu aktif dengan kegiatan keislaman, dan sering menyuarakan solusi untuk penyakit umat Islam ini di mana-mana, baik itu di kampus, taklim dan juga jalanan.

Tapi, bagi kelompok ini. Ulama ataupun pemimpin Islam yang berjuang dengan metode yang berbeda dengan mereka maka tidak akan dianggap sama sekali. Usaha-usaha yg mereka lakukan bak debu yang beterbangan, karena tidak sesuai dengan metode perjuangan yang diajarkan kepada mereka.

Dalam buku Bangkit dan Runtuhnya Khilafah Utsmaniyah karya Prof Ali Shalabi, ada banyak ulama dan pemimpin Islam yang berusaha mengobati keterpurukan akibat runtuhnya Khilafah Utsmaniyyah pada tahun 1924. Sebut saja, ada Syaikh Badiuzzaman Said Nursi, dengan gerakan An-Nur-nya. Ada Arif Yunus, dengan Partai Nizham Nasional yang didirikan pada tahun 1970. Kemudian Najmuddin Erbakan dengan Partai Salamah yang didirikan pada tahun 1972. Beliau rahimahullaah, pernah mengatakan: “Sebelum segala sesuatunya, negara haruslah Islami. Sebab jika tidak demikian, maka agama Islam akan selalu berada dalam bahaya.”

Dan berkat Erbakan pula, simbol-simbol Islam yang pernah dihapuskan dan dilucuti satu per satu oleh Mustafa Kemal Pasha mulai bermunculan ke permukaan, bak jamur di musim penghujan. Sekolah-sekolah Islam, bermunculan. Pelatihan imam dan khatib, juga bermunculan kembali. Alhamdulillaah, adzan dengan berbahasa Arab di masjid-masjid pun direalisasikan. Bacaan Qur’an di radio dan TV juga digalakkan.

Dan bukankah ini kabar menggembirakan? Tapi, tidak bagi kelompok ini. Bagi mereka itu tidak ada apa-apanya, karena “tidak dijalankan” sesuai dengan ketentuan Allah dan Nabi SAW. Itu kata mereka.

Setelah Erbakan, muncul nama Recep Tayyip Erdoğan. Biarlah penulis Yordan, bernama Ihsan Al Faqih, yang menceritakan kepada kita apa saja pernah Erdogan terhadap umat Islam. Produk Domestik Nasional Turki di tahun 2013 mencapai 100M dolar Amerika, menyamai pendapatan gabungan 3 negara dengan ekonomi terkuat di Timur Tengah; Arab Saudi, Uni Emirat arab, Iran, dan ditambah dengan Yordan, Suriah dan Libanon. Erdogan membawa negerinya melakukan lompatan ekonomi yang besar, dari rangking 111 dunia ke peringkat 16, dengan rata-rata peningkatan 10 % pertahun, yang berarti masuknya Turki kedalam 20 negara besar terkuat (G-20) di dunia.

Erdogan dalam 10 tahun pemerintahannya telah mendirikan 125 universitas baru, 189 sekolah baru, 510 rumah sakit baru dan 169.000 kelas baru yang modern, sehingga rasio siswa perkelas tidak lebih dari 21 orang.

Di Turki, negara sedang mengupayakan dengan sungguh-sungguh membiayai 300 ribu ilmuwan melakukan penelitian ilmiah untuk menuju tahun 2023.

Erdogan adalah teman Israel, begitu menurut kaum sekuler Arab. Erdogan berikan tamparan keras kepada Israel, dan dia paksa Israel meminta maaf karena kasus kapal Marmara yang ditembak Israel. Dan Turki berikan syarat pencabutan embargo Gaza untuk menerima permintaan maaf tersebut.

Erdogan adalah teman Israel??? Beliau berikan kritikan tajam terhadap orang-orang yang bertepuk tangan terhadap pidato Simon Perez dalam pertemuan Ekonomi dunia, dan beliau berkata sebelum keluar ruangan dan pulang ke Turki: “Memalukan kalian bertepuk tangan terhadap pidato ini, padahal Israel telah membantai ribuan anak dan wanita di Gaza…”

Erdogan satu-satunya kepala negara bersama istrinya mengunjungi Burma dan bertemu dengan kaum Muslimin di sana dari kawasan Myanmar yang dapat bencana.

Erdogan menghidupkan kembali pengajaran Al Quran dan Hadits di sekolah-sekolah negeri, setelah hilang selama hampir 90 tahun, dihilangkan pemerintah sekuler.

Erdogan menetapkan kebebasan berhijab di kampus-kampus Turki dan di parlemen.

Erdogan mengembalikan pembelajaran bahasa Ustmaniyah yang berhuruf Arab di sekolah-sekolah negeri.

Masya Allah, itu belum semua. Saya hanya meng-copy yang menurut saya, jasa yang sangat berharga yang telah ditorehkan dalam hidupnya untuk umat Islam. Tapi, apa kata kelompok ini terhadap Erdogan? Coba search saja dengan keyword “Erdogan” pada situs resmi mereka. Maka kan kau dapati, bagaimana penilaian kelompok ini terhadap pemimpin yang dielu-elukan umat Islam ini.

Itu baru nama-nama ulama dan pemimpin dari Turki. Sekarang kita, ke negeri Haramain. Arab Saudi. Adalah Raja Faisal bin ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdurrahman as-Saud rahimahullaah nama Raja yang mulia dan baik hati itu.

Raja Faisal dikenal sebagai pemimpin yang shalih dan sangat memperhatikan kesejahteraan rakyatnya. Ia sangat memperhatikan kepentingan rakyatnya, banyak sekali program-program baru yang dicanangkannya selepas penobatannya sebagai kepala negara. Beberapa diantaranya adalah, pada tahun 1967 Raja Faisal menggalakkan program penghapusan perbudakan, program ini ia lakukan dengan membeli seluruh budak di Arab Saudi dengan kas pribadinya hingga tak tersisa satupun budak yang dimiliki seorang majikan di negara itu, bahkan ada budak yang ia beli itu memiliki harga sangat mahal (dengan nilai mata uang dimasa itu), yaitu 2.800 dolar. Kemudian ia bebaskan budak-budak yang dibelinya tersebut dan dilanjutkan dengan pemberlakuan aturan tentang pelarangan adanya perbudakan di Arab Saudi untuk selamanya.

Raja Faisal memfasilitasi dan memprakarsai berdirinya OKI (Organisasi Konfrensi Islam), lembaga Islam internasional seperti Rabithah Alam Islami dan lembaga-lembaga islam sejenis yang menampung ulama-ulama dan tokoh-tokoh Islam internasional seperti DR. Muhammad Natsir, DR. Said Ramadhan, DR. Yusuf Al-Qaradhawi, dll, yang kebanyakan mereka dari kalangan aktivis pergerakan Islam. Beliau juga mmberikan award yang dikemudian hari diteruskan oleh raja-raja Arab Saudi selanjutnya.

Salah satu upaya perlawanan Raja Faisal kesewenang-wenangan Amerika Serikat dan Israel terhadap kaum muslimin Palestina adalah dengan mengembargo minyak untuk Amerika Serikat. Embargo itu dilakukan karena AS, melalui Presiden Nixon, memberi batuan gila gilaan kepada Israel, berupa 566 pesawat tempur, 22 000 ton bahan peledak, yang dikirim ke Israel.

Tak cukup rasanya, menuliskan jasa-jasa kebaikan Raja Faisal yang telah ditorehkan olehnya dengan tinta emas sejarah. Tapi apa kata, kelompok ini mengenai Raja Faisal?

“Antek Inggris yang paling terkenal adalah Raja Faisal. Ia dikenal dengan kebijakannya yang anti Amerika. Akibatnya, ia akhirnya tewas di tangan keponakannya, setelah kembalinya dari Amerika. Kemudian beredar cerita, bahwa ada provokasi untuk membunuh dia akibat kebijakannya yang anti Amerika, dan menghentikan ekspor minyaknya.”

Allaahul musta’an!

Kalau terhadap Raja Faisal, sudah begitu penilaian mereka terhadapnya. Maka, jangan berharap banyak penilaian mereka akan berubah terhadap Raja Saudi yang saat ini memimpin Arab Saudi. Raja Salman bin Abdulaziz Al-Saud.

Berulang kali mereka menabur fitnah di situsnya. Dan berulang kali pula mereka menghapusnya, tanpa sekalipun mengucapkan kata maaf.

Sungguh naif rasanya, anak-anak muda yang baru belajar Islam berani mengabaikan jasa besar pemimpin kebanggaan umat Islam ini. Bukankah dikatakan bahwa, “Barangsiapa yg tak bersyukur kepada manusia, berarti ia belum bersyukur kepada Allah.” (HR. Tirmidzi)

Pertanyaannya, apa yang telah mereka lakukan untuk umat ini?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s