Renungan – Pembangkit Tenaga Listrik


Dikisahkan suatu ketika Hasan Al Banna memberikan perumpamaan, saat taujih tentang tugas dakwah , beliau pun mengungkapkan : Di setiap kota terdapat pusat pembangkit listrik, para pegawai memasang instalasinya di seluruh penjuru kota, memasang tiang dan kabel, setelah itu aliran listrik masuk ke pabrik-pabrik, rumah-rumah dan tempat lain.” Ketika listrik itu dimatikan dari pusat pembangkitnya, seluruh kota akan gelap.

Sebenarnya saat itu tenaga listrik masih ada, tersimpan di pembangkit pusat, tetapi tidak dialirkan, tidak dimanfaatkan.
Di sela taujihnya seketika itu sang murid Hasan Al Banna, Abbas As Siisiy mengungkapkan, “Begitu juga dengan Al-Qur’an,, “ia pusat pembangkit ‘tenaga’ bagi umat Islam, tetapi sumber pembangkit itu kini dicampakkan oleh umat Islam sendiri, sehingga hati mereka menjadi gelap dan tatanan masyarakat menjadi rusak.”

Maka aktifis dakwah memiliki tugas seperti pegawai listrik yang mengalirkan listrik ke rumah-rumah. Aktifis dakwah bertugas mengalirkan kekuatan Al-Qur’an ke hati umat, agar hati mereka selalu bersinar dan menyinari sekelilingnya.

“Kalau Anda tidak bersama dakwah, maka Anda tidak akan bersama dengan selainnya. Sedang dakwah kalaupun tidak dengan Anda, ia akan bersama selain Anda, dan jika Anda berpaling, maka Allah pasti akan menggantikan Anda dengan generasi baru yang tidak seperti Anda,”

(HASAN AL BANNA)

Posted from WordPress for Windows Phone

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s