Lembaga Survey Menjadi Alat Propaganda?

Catatanku

Pemilu 2014 telah menjatuhkan kredibilitas lembaga-lembaga survey. Prediksi mereka sebagian besar salah dan memang sering salah dalam berbagai Pemilu dan Pilkada. Partai yang diklaim mendapat suara kecil dan tidak lolos ambang parlemen (umumnya partai-partai berbasis Islam seperti PKB, PAN, PPP, dan PKS) ternyata mendapat suara signifikan, kecuali untuk PKS yang mengalami penurunan sedikit. Partai yang diprediksi menang tebal (PDIP) dan dominan ternyata tidak terbukti. Efek Jokowi yang digembar-gemborkan oleh lembaga-lemabga survey tersebut ternyata hanya pepesan kosong. Demokrat tidak jatuh-jatuh amat, Gerinda melesat dua kali lipat, dan Golkar tetap stagnan. Hasil-hasil ini sangat jauh berbeda dari prediksi lembaga-lembaga survey yang digaungkan sejakk jauh hari hingga memasuki masa tenang.

Lembaga survey boleh saja berkilah bahwa ada sekian puluh persen responden yang belum menentukan pilihan partai, karena itu hasilnya boleh saja meleset. Namun dengan gembar-gembor margin eror 1% hingga 1,5% (sehingga dikesankan hasil surveynya sangat akurat) mengapa deviasinya begitu jomplang?

Saya menangkap kesan…

View original post 324 more words

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s