Apalah Arti Sebuah Nama?

Fais al-Fatih, itulah nama yang terpampang di dua media sosial yang saya miliki. Fais bukanlah terinspirasi dari nama kue yang dalamnya ada pisang luarnya daun pisang. Dan al-Fatih sendiri, terinspirasi dari Sultan Muhammad al-Fatih sang penakluk Konstantinopel di usia muda. Nama ini digadang-gadang akan dijadikan nama pena kalo jadi penulis #aamiin (atau nama artis klo ada yang mau ngorbitin, hihi).

Sebenarnya, menggunakan nama “al-Fatih” tersebut memberikan konsekuensi yang sangat berat bagi saya, karena di usia yang sama saat Sultan tersebut berhasil menaklukan kota Konstantinopel, jangankan menaklukan satu kota, ujian semester plus tugas yang bejibun dari dosen (serta calon bapak mertua) belum juga tertaklukan oleh saya. #akurapopo

Nama asli saya yg sebenarnya, yg tertulis di KTP adalah Syaharuddin Faisal (cukup keren dan ndeso kan?) Dan sering terjadi typo dalam menuliskan nama saya tersebut yang mungkin dilakukan secara tidak sengaja segelintir pihak, dan itu terjadi sejak zaman SD.

Di raport SD saya, ibu wali kelas ada yang menulis:
Syafruddin..
Syahruddin..

Terakhir ngecek di DPT (Daftar Pemilih Tetap) KPU nama saya tertulis “SAHARUDIN FAISAL”, ada dua kesalahan cukup fatal di sini, yang mana seharusnya menggunakan huruf Sya bukan Sa dan D-nya harus tasydid alias dobel.

Dan yang paling mengerikan, waktu diundang mengisi di suatu tempat, sebut saja nama tempatnya X, pada brosur dengan desain yang indah tersebut,terpampang nama: SYARIFUDDIN FAISAL. Siapa dia? Saya pun tak pernah mengenal nama itu. Pergeseran yang sangat jauh, bahkan mengalahkan pergeseran lempeng bumi yang terjadi beberapa juta tahun yang lalu #apasich. Berhari-hari penduduk kosan dan kawan2 menertawakan kesalahan ini.

Terakhir yang bikin #elusdada, adalah di sebuah Laundry, setiap kali menitipkan cucian di sana, di nota selalu tertulis PAISAL Baik sang bapak ataupun istrinya, si pemilik laundry, mereka sama saja dalam menuliskan nama saya. Padahal bibir saya sudah melafazkan huruf dengan tegas, tetap saja PAISAL yang tertulis.

Syaharuddin sendiri, saya tak tau apa artinya. Saat diklarifikasi ke orang tua, sedihnya mereka juga tak tahu apa artinya. “Karena suka dengan nama itu” ujar sang ibu ketika saya meneleponnya. Tapi “Faisal”, yang saya ketahui adalah nama raja Arab Saudi yang sangat mencintai Palestina. Dengan gagah ia melakukan embargo minyak kepada AS dan Eropa yang mendukung penjajah Israel. Dengan penuh izzah dia berkata kepada Nixon, Presiden AS saat itu, “Tidak akan ada perdamaian sebelum Israel mengembalikan tanah-tanah Arab yang dirampas pada tahun 1967!”. Nixon pun pulang sambil gigit jari. Dan beliau, wafat dibunuh oleh keponakannya sendiri yang baru pulang dari AS. Mudah-mudahan saya bisa meneladani beliau rahimahulaahu ta’alaa.

Saya tutup celoteh saya pagi ini dengan mengutip perkataan dari Shakespeare, “Apalah arti sebuah nama?”.

@ kosan al-Fajri, 9:37 15/03/2014

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s