Organizational Culture (Catatan Kuliah IV – Strategi dan Kebijakan)

Organizational culture = pemrograman kolektif dari pikiran yang membedakan anggota dari satu organisasi dengan yang lainnya.

Simbol: perkataan dan jargon bahasa, gestur, pakaian, gambar, objek, dan status yang mengarah pada bahwa seseorang berasal dari kultur nasional yang sama ataukah tidak.

Simbol terkadang menghilang dan tergantikan oleh kultur yang baru tercipta ataupun yang ditiru dari kebudayaan lainnya, simbol ditempatkan pada bagian terluar dari lapisan kulit bawang.

Kesimpulannya, kurang signifikan jika ingin membandingkan organisasi satu dengan yang lainnya menggunakan kulturnya.

Heroes: Seseorang, sudah wafat ataupun masih hidup, nyata ataupun imajiner, yang memiliki kemampuan untuk mempengaruhi prilaku menggunakan status, keahlian/kemampuan ataupun kharismanya.

Ritual: aktivitas-aktivitas yang dirasa tidak didasari tidak bermanfaat dalam pencapaian tujuan organisasi tetapi hal tersebut merupakan bagian dari kultur yang dibutuhkan secara sosial.

Contohnya: daily coffee-breaks

Value: berapa pada inti utama lapisan bawang ini, merepresentasikan ide dari orang-orang mengenai suatu hal seharusnya terjadi/dilakukan.

Value berkaitan dengan perasaan ataupun pilihan (seperti baik vs jahat, cantik vs jelek, normal vs abnormal, dll) dan mempengaruhi pilihan yang kita pilih saat bertindak dalam berbagai macam situasi

Berbeda dengan praktik-praktik, value telah didapatkan dari sejak kecil, mulai dari rumah, dari kawan dan sanak famili, dari sekolah. Satu-satunya cara untuk mengukur value adalah dengan mengamati bagaimana individu bertindak dalam keadaan tertentu.

Hofstede’s Cultural Dimension

  1. Individualism vs collectivism
  2. Power distance
  3. Masculine vs feminime
  4. Strong vs weak uncertanty avoidance

Power Distance Index (PDI) fokus pada skala persamaan (equality) ataupun perbedaan antara orang-orang dalam suatu negara.

  • High Power Distance – perbedaan kekuatan dan kekayaan tidak diperhatikan oleh masyarakat. Masyarakat mengikuti sistem kasta tertentu, yang tidak mengizinkan adanya mobilitas masyarakat ke tingkat yang lebih tinggi dalam sistem sosial.
  • Low Power Distance – masyarakat telah menghormati adanya perbedaan kekuatan dan kekayaan di antara mereka. Kesamaan dan peluang dalam masyarakat ini lebih ditekankan.

High-Power Distance

Low-Power Distance

  • Menerima posisi
  • Mengikuti otoritas
  • Otoritas terkonsentrasi dan tersentralisasi
  • Bersifat hierarki
  • Menghindari konsentrasi otoritas tertentu
  • Desentralisasi
  • Layer manajemen yang lebih sedikit

 

Individualism (IDV) fokus pada bagaimana masyarakat memperkuat capaian secara individu ataupun kolektif dan hubungan interpersonal.

  • High individualism, mengindikasikan tingkat individualitas dan hak individu merupakan hal yang terpenting dalam masyarakat
  • Low individualism, ranking ini melambangkan dalam masyarakat ada hubungan yang erat antar individu. Kultur ini memaksa keluarga atau kelompok tertentu dimana pihak-pihak yang memiliki tanggung jawab tertentu untuk menerima anggota dalam grup mereka.

Individualism

Collectivism

  • Value yang tinggi pada masing-masing individu
  • Yang dilihat capaian individu
  • Menghargai privasi
  • Value yang tinggi pada kelompok
  • Loyalitas
  • Kesetiaan
  • Ketaatan

 

Masculinity (MAS): fokus pada maskulinitas tradisional, kontrol dan kekuatan.

  • High Masculinity: mengindikasikan tingkat persamaan gender sangat rendah. Dalam kultur ini, pria mendominasi porsi masyarakat dan kekuatan dengan sangat signifikan. Pihak wanita dikendalikan oleh dominasi pria.
  • Low Masculinity: mengindikasikan pada negara tsb tingkat perbedaan dan diskrimasi antar gender sangat rendah. Pada kultur ini, wanita diperlakukan sama dalam semua aspek dalam masyarakat.

Uncertainty Avoidance Index (UAI): fokus pada tingkat toleransi pada sesuatu yang ambigu dan tak pasti dalam masyarakat

  • High Uncertanty Avoidance: mengindikasikan negara memiliki toleransi yang rendah terhadap ketidakpastian dan sesuatu yang ambigu. Hal ini menciptakan masyarakat yang berorientasi pada peraturan seperti hukum, undang-undang, regulasi dalam rangka mengurangi ketidakpastian.
  • Low Uncertainty Avoidance: mengindikasikan negara kurang peduli pada ambiguitas dan ketidakpastian dan lebih toleran pada adanya opini yang bervariasi dalam masyarakat. Hal ini merefleksikan masyarakat kurang berorientasi pada aturan, lebih menerima adanya perubahan dan berani mengambil resiko yang lebih tinggi.

Low Uncertainty Avoidance

High Uncertainty Avoidance

  • Menghadapi sesuatu yang tidak bisa dipredeksi
  • Tidak taat pada peraturan, prosedur ataupun hierarki
  • Mempertimbangkan untuk mengambil resiko
  • Terancam oleh ambiguitas
  • Membutuhkan tempat yang lebih stabil dan bisa diprediksi
  • Taat pada aturan

 

Organizational Culture Assessment Instrument (OCAI)

  • OCAI merupakan instrumen yang digunakan untuk menilai dan menentukan budaya organisasi.
  • OCAI dipandang sebagai penilaian yang sangat bermanfaat dan akurat dalam menganalisis aspek penting dari budaya organisasi

Clan

  • Merupakan tempat kerja yang bersahabat dimana orang-orang saling berbagi di antara mereka seperti keluarga besar
  • Pimpinan bertindak sebagai mentor dan memiliki figur sebagai orang tua
  • Organisasi ini terikat pada kesetiaan dan tradisi, serta komitmen yang tinggi
  • Keberhasilan/kesuksesan didefinisikan dengan sensitivitas/kepekaan terhadap konsumen dan penghargaan terhadap manusia
  • Organisasi sangat mementingkan teamwork, peran serta dan konsensus

Adhocracy

  • Sebuah tempat yang dinamis, bersifat entrepreneur dan kreatif. Orang-orang bekerja keras dan berani mengambil resiko
  • Para pemimpin bertindak sebagai inovator dan pengambil resiko
  • Yang mengikat organisasi adalah komitmen untuk bereksperimen dan berinovasi
  • Keberhasilan berarti mendapatkan produk-produk atau layanan yang unik dan baru

Hierarchy

  • Sebuah tempat kerja yang sangat formal dan terstruktur. Ada prosedur yang mengatur.
  • Para pimpinan membanggakan dirinya sebagai koordinator dan pengatur yang baik yang mengutamakan efisiensi kerja
  • Keberhasilan didefinisikan dalam bentuk hasil yang dapat diandalkan, penjadwalan yang baik dan biaya yang rendah

Market

  • Sebuah organisasi yang berorientasi pada hasil/pencapaian dengan fokus utamanya adalah menyelesaikan pekerjaan
  • Para pimpinan adalah penggerak yang kuat, prosedur dan pesaing
  • Yang mengikat organisasi adalah kemenangan. Reputasi dan keberhasilan adalah hal yang umum.
  • Keberhasilan didefinisikan dalam bentuk pangsa pasar dan penetrasi. Harga yang bersaing di pasaran adalah hal yng penting.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s