IT Doesn’t Matter (bagian pertama)

Di saat kekuatan dan penyebaran Teknologi Informasi terus tumbuh semakin pesat, manfaat strategis dari Teknologi Informasi malah semakin tergerus. Dan jalan yang anda tempuh untuk melakukan investasi dan manajemen di bidang Teknologi Informasi akan berubah secara dramatis.

Pada tahun 1968, engineer muda dari Intel, Ted Hoff menemukan cara untuk membuat sirkuit yang dibutuhkan untuk pemrosesan di dalam komputer dalam bentuk silikon yang sangat kecil. Penemuannya terhadap microprocessor tersebut mendorong serangkaian terobosan penemuan-penemuan teknologi lainnya – komputer desktop, LAN (Local Area Network), WAN (Wide Area Network), software enterprise dan Internet – yang telah mempengaruhi dunia bisnis secara luas. Saat ini, takkan ada yang bakal menyangkal bahwa Teknologi informasi telah menjadi sumber kekuatan dari penjualan produk atau service tertentu. Hal tersebut mendorong individu-individu dalam perusahaan untuk berkolaborasi dengan yang lain untuk memperluas supply chain1 dan meningkatkan hubungan bisnis dengan customer. Bahkan bisa dikatakan, satu dolar ataupun satu euro bisa berpindah dari satu tangan ke tangan lainnya, tak bisa terjadi tanpa bantuan sistem komputer.

Sejak kekuatan dan kehadiran Teknologi Informasi semakin meningkat, perusahaan-perusahaan telah melihat Teknologi Informasi tersebut sebagai sumber daya yang sangat genting guna mendukung kesuksesan mereka, hal ini bisa terlihat dari prilaku belanja mereka. Pada tahun 1965, menurut penelitian dari U.S. Department of Commerce’s Bureau of Economic Analysis,  tak lebih dari 5% anggaran yang digunakan oleh perusahaan-perusahaan Amerika untuk perangkat Teknologi Informasi. Setelah diperkenalkannya PC (Personal Computer) pada awal 80-an, persentase tersebut meningkat menjadi 15%. Di awal 90-an, meningkat lagi menjadi lebih dari 30%, dan di akhir dasawarsa terus meningkat hingga mencapai 50%. Bahkan bisnis di seluruh dunia terus melakukan pembelanjaan untuk Teknologi Informasi sebesar $2 trilyun dalam satu tahunnya.

“Pemujaan” yang berlebihan terhadap Teknologi Informasi bahkan lebih dahsyat daripada pemujaan terhadap dolar itu sendiri. Hal ini terbukti dari berubahnya sikap yang dilakukan oleh kalangan top manager. Jika 20 tahun yang lalu, kebanyakan eksekutif memandang komputer sebagai perangkat yang hanya digunakan oleh karyawan kelas bawah (proletarian tools) seperti halnya mesin tik dan kalkulator, yang menggunakannya adalah sekretaris, analis dan teknisi saja. Sangat jarang eksekutif pada masa itu mau membiarkan jari jemarinya menyentuh keyboard, sangat sedikit yang memasukkan Teknologi Informasi ke dalam bagian strategic thinking-nya. Sekarang, hal tersebut telah berubah, eksekutif utama saat ini selalu membincangkan mengenai nilai strategis dari teknologi informasi, bagaimana mereka menggunakan teknologi Informasi untuk meningkatkan tingkat persaingan dengan perusahaan lain, bagaimana men-digitalisasi model bisnis mereka. Kebanyakan dari mereka telah menunjuk Chief Information Officer (CIO) untuk masuk ke dalam tim manajemen senior mereka, dan banyak yang telah membayar pihak konsultan untuk memberikan “fresh idea” kepada mereka mengenai bagaimana caranya meningkatkan investasi di bidang Teknologi Informasi untuk meningkatkan keuntungan dan membuat produk yang berbeda serta unik dengan produk kompetitor (differentiation).

Behind the change in thinking lies a simple assumption (di balik perubahan pandangan/pemikiran, ada asumsi yang sederhana);asusi yang menyatakan bahwasanya: “di saat potensi dan penggunaan Teknologi Informasi di banyak tempat telah meningkat, nilai strategisnya pun ikut meningkat”. Ini adalah asumsi yang masuk akal dan juga intuitif, tapi sayang sekali salah besar.  Apa yang membuat suatu sumber daya bernilai strategis – apa yang memberinya kapasitas untuk menjadi faktor utama yang menopang keuntungan dalam berkompetisi. Anda bisa meningkatkan keberhasilan dan persaingan dengan para rival dengan memiliki sesuatu yang tak mereka punyai, dengan melakukan sesuatu yang tak bisa mereka lakukan. Saat ini, fungsi utama dari Teknologi Informasi – penyimpanan data, pemrosesan data, perpindahan data – telah tersedia untuk siapapun. Teknologi Informasi telah bertransformasi dari sumber daya strategis yang potensial menjadi faktor komoditas untuk produksi. Teknologi Informasi menjadi suatu hal yang harus dibayar oleh semuanya tetapi tak memberikan keunggulan dan keunikan bagi siapapun.

Teknologi Informasi bisa dilihat sebagai rangkaian terakhir dari teknologi yang diadopsi dan telah mengubah wajah industri selama 2 abad lamanya – dimulai dari penemuan mesin uap, penemuan jalur kereta api hingga telegraf, penemuan telepon hingga generator listrik, hingga penemuan mesin pembakaran internal. Dalam periode yang singkat, di saat hasil penemuan-penemuan tersebut dikembangkan untuk infrastruktur bisnis, keseluruhan teknologi tersebut membuka peluang bagi perusahaan untuk meningkatkan keuntungannya. Tetapi, dikarenakan ketersediaan teknologi tersebut semakin meningkat dan harganya menurun, teknologi pun menjadi komoditas yang bisa digunakan siapapun dan dimanapun. Dari sisi strategis, Teknologi Informasi menjadi tidak penting, tak lagi berarti. Dan itulah yang telah terjadi pada Teknologi Informasi saat ini, dan berimplikasi besar kepada perusahaan Teknologi Informasi.

Diterjemahkan bebas dari jurnal: Nicholas G. Carr, IT Doesn’t Matter, May 2003. Harvard Business Review

(bersambung)

1 Supply Chain adalah adalah rangkaian atau jaringan perusahaan-perusahaan yang bekerja bersama-sama untuk membuat dan menyalurkan produk atau jasa kepada konsumen akhir. Rangkaian ini terdiri dari penyedia bahan baku, pabrik, distributor, penjual grosir, pengecer, dan pembeli (sumber).

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s