Memahami Teknologi Informasi suatu Enterprise

CoverUntuk mengembangkan suatu perspektif bisnis, dibutuhkan pehamanan yang seksama bagaimana sebuah enterprise bisa berjalan. Bisa jadi anda berada pada sektor engineering, sektor pelayanan (service) ataupun sektor-sektor lainnya; dan apapun sektornya elemen dasarnya tetap sama. Secara luas, anda memiliki bagian sales dan marketing untuk menarik para customer; bagian operation untuk mengeksekusi order dari bagian customer; dan bagian keuangan, bagian accounting, bagian support dan bagian human resources untuk memperhatikan manajemen sumberdaya yang ada. Anda juga bisa memiliki subdivisi yang lebih banyak lagi seperti bagian distribusi, customer service, manajemen material, perencanaan produksi (production planning), penelitian dan pengembangan (research and development), shop floor control, quality control, bagian pembelian, administrasi, bagian sarana dan lain-lain.

Bagian-bagian pada enterprise tersebut harus bekerja di bawah koordinasi tertentu agar bisa men-deliver barang ataupun service yang diinginkan oleh pasar. Makin baik koordinasi yang dilakukan, maka makin tinggi tingkat kompetisi enterprise tersebut. Bisa disimpulkan ini semua terkait dengan koordinasi dan juga hasil dari operasional enterprise bisa efisien jika dilakukan dengan baik. Tak ada bagian-bagian (fungsi-fungsi) enterprise bisa bekerja jika terisolasi (tidak terkoordinasi dengan baik antara satu bagian dengan bagian lainnya).

Seperti halnya bagian-bagian pada enterprise, tak ada satu pun aplikasi IT -yang serius- bisa bekerja dalam lingkup yang terisolasi. Sebuah aplikasi harus bekerja dan berkoordinasi dengan sistem lainnya dalam organisasi untuk menghasilkan pekerjaan yang berarti. Berkaitan dengan pentingnya koordinasi dan system interface, mengapa kita tak membangun sebuah perspektif enterprise atau perspektif bisnis untuk sistem dan proyek IT? Enterprise architecture bisa digunakan untuk mengembangkan perspektif bisnis tersebut.

Enterprise architecture secara spesifik bukanlah satu lingkup konsep IT saja. Enterprise architecture mencakup hubungan antara strategi bisnis, tujuan bisnis, proses bisnis, aplikasi, data dan infrastruktur IT yang dalam hal ini antara lain: proses-proses, input, infrastruktur teknologi, komponen-komponen perangkat lunak, layanan dan peran-peran personal. Termasuk juga dalam hal ini, asosiasi antar bagian-bagian tersebut, prinsip pedoman yang mengatur bagaimana struktur dibangun dan bagaimana struktur tersebut menghasilkan suatu value (nilai). Komponen-komponen perangkat lunak hanyalah bagian kecil dalam konsep enterprise architecture.

Menurut laporan resmi terbaru dari IBM, enterprise architecture memiliki 4 komponen utama:
1. Strategy architecture: terdiri atas tujuan, sasaran, srategi bisnis dan cara yang ditempuh untuk mengimplementasikan tujuan, sasaran dans strategi bisnis tersebut.
2. Business architecture: terdiri atas layanan dan kemampuan bisnis, lokasi bisnis dan organisasi.
3. Information system architecture: sistem yang mengimplementasikan proses dan skenario bisnis. Termasuk dala hal ini data dan personil.
4. Technology architecture: termasuk di dalamnya komponen perangkat keras dan perangkat lunak yang digunakan untuk menjalankan sistem informasi.

Komponen-komponen tersebut bisa membantu bisnis  dan pembuat keputusan (decision makers) IT untuk mengalokasikan biaya dan mengimplementasikan proyek-proyek yang bisa menghasilkan banyak value. Strategi, taktik dan kemampuan diatur dan diarahkan berdasarkan kebijakan bisnis (business policies), aturan (rules), strategi enterprise dan visi. Enterprise architecture termasuk juga di dalamnya aspek fungsional dan operasional.

Gambar di bawah menunjukkan lapisan-lapisan architectural dan bagaimana interaksinya. Tiga lapisan pertama merepresntasikan strategy architecture, business architecture dan information architecture. Dan dua lapisan terakhir termasuk ke dalam technology architecture.

Jadi, bagaimana konsep enterprise architecture membawa kita semakin dekat kepada tujuan untuk membangun visi bisnis yang lebih luas? Jawabannya adalah membawa strategi enterprise, bisnis, sistem informasi dan teknologi, semuanya bersama-sama ke dalam pemikiran atau perspektif kita. Kita bisa melihat bahwasanya sistem informasi hanyalah sebuah tool dalam suatu bisnis.

Kita memiliki dua area untuk dipertimbangkan sebelum kita memikirkan perancangan dan pengimplentasian sistem informasi, yaitu: strategi organisasi dan business architecture. Kita harus masuk ke dalam perhitungan bisnis dan strategi sebelum memikirkan sistem informasi. Kapan pun anda memikirkan komponen perangkat lunak, sebelumnya pikirkanlah tujuan dan strategi bisnis. Jadi kita bisa melihat enterprise architecture sebagai sebuah konsep yang sangat luas, yang termasuk di dalamnya apapun yang dibutuhkan untuk mensukseskan jalannya sebuah enterprise.

Diterjemahkan bebas dari buku Going Corporate: A Geek’s Guide karya Shailendra Kadre.

Advertisements

2 thoughts on “Memahami Teknologi Informasi suatu Enterprise

  1. Hi Fais al-Fatih,

    Thanks for writing this article based on my book – Going Corporate, A Geek’s Guide. I am really impressed. You can write to me on shailendrakadre@gmail.com. If you would like to talk, please call me on +91 98451 23620…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s