Sejarah Hubungan Antara Korea dan Peradaban Islam

cm_005

Hubungan antara Korea dengan peradaban Islam telah berlangsung lebih dari 1.000 tahun lamanya. Artefak-artefak dari abad ke 4 dan 5 Masehi menunjukkan adanya hubungan dagang dan politik antara Korea dengan Timur Tengah, hingga kemudian peradaban Islam terlahir dari sana. Walaupun tanggal pastinya belum diketahui, namun hubungan Korea dengan peradaban Islam bisa ditelusuri bermula pada pertengan abad ke-9, ketika Ibnu Khurdadhbih menyebutkan kerajaan Korea klasik, Kerajaan Silla pada karyanya, Kitab Al-Masalik wa Al-Mamalik.

Walaupun telah berhubungan dekat lewat perdagangan dan budaya, banyak orang Korea yang masih memandang negatif terhadap Arab dan Islam. Adanya ketidakpahaman terhadap beberapa aspek dalam Islam, seperti poligami, status Nabi Muhammad SAW, mengaitkannya dengan kekerasan dan terorisme, hak asasi manusia dan peran wanita – yang mana ketidakpahaman ini kemudian menyebar luas dan bahkan ditemukan di beberapa buku-buku sekolah Korea.

Mungkin sulit untuk dipercaya bahwa pemimpin Muslim di abad ke 15 pernah membacakan ayat-ayat Qur’an di hadapan raja Korea, kemudian mendoakannya agar panjang umur dan makmur negaranya. Kalender lunar (berdasarkan perhitungan bulan) tradisional Korea bahkan terpengaruh oleh perhitungan kalender Islam. Di ibukota kerajaan Goryeo juga pernah berdiri masjid agung pada abad ke-13. Bukti-bukti sejarah ini bisa ditemukan di sumber-sumber Korea maupun Islam.

Berikut akan dijelaskan hubungan antara Korea dengan Timur Tengah dan Peradaban Islam berdasarkan penelitian sejarah dari abad ke-5 hingga saat ini.

“Hubungan Sejarah sebelum Islam”
Sebelum kedatangan Islam di Jazirah Arab, Korea dan Timur Tengah telah menjalin hubungan perdagangan lewat laut dan darat, salah satunya lewat Jalur Sutera. Ditemukannya gelas kaca Romawi dan Persia di pemakaman kuno di Gyeongju, ibukita Kerajaan Silla. Sastra klasik Persia, Kushnameh juga berisikan deskripsi tentang Kerajaan Silla.

Dengan lahirnya Islam, kontak budaya antara Korea dan Muslim semakin berkembang dan hubungan dagang semakin diperkuat. Hubungan ini bermula pada pertengahan abad ke-7 dan terus berlangsung tanpa adanya banyak konflik dan pertikaian antara keduanya.

“Perkampungan Muslim di Kerajaan Silla”
Hubungan antara Muslim dan Korea bisa ditemukan pada 23 sumber yang berasal dari tulisan-tulisan ilmuwan Muslim klasik, seperti Ibnu Khurdadhbih, Sulaiman al-Tajir, Mas’udi dll.

Ibnu Khurdadhbih adalah ilmuwan Arab pertama yang menuliskan adanya perkampungan Muslim di Korea selama era Kerajaan Silla (661-935 Masehi). Ia menuliskan, “Silla berada di ujung China dan sebagai ras berkulit putih, orang-orang Silla merupakan keturunan dari Amur bin Japhut bin Nabi Nuh as… Silla adalah negara yang berlimpah emas. Muslim yang tinggal di sana, terpikat oleh lingkungan yang menyenangkan, mereka kemudian memutuskan untuk tinggal dan tidak berpikir untuk meninggalkannya.”

“Kekaisaran Mongolia dan Kerajaan Goryeo”
Selama era Kekaisaran Mongolia dan Dinasti Yuan di China, banyak Muslim Asia Tengah pindah ke Asia Timur. Seiring perbaikan yang dilakukan pada Jalur Sutera, pengaruh Islam semakin kuat masuk ke Asia Timur.

Dinasti Yuan (China) yang memperoleh keuntungan besar dari penemuan astronomi, kedokteran, kalender, arsitektur dan persenjataan. Di waktu yang sama Kerajaan Silla, Hubaekje dan Hugoguryeo bersatu dan rajanya Taejo Wang mendirikan Kerajaan Goryeo (918-1932). Saat itu telah banyak Muslim yang bermukim secara permanen dan telah berasimilasi dengan masyarakat Korea.

Mereka datang bersama utusan Mongolia sebagai pedagang ataupun imigran. Para pedagang Muslim berlayar hingga ke semenanjung Korea dengan tujuan untuk menjual bahan baku obat tradisional. Kerajaan Goryeo membeli bahan-bahan langka tsb dengan emas dan pakaian.

Mereka yang tinggal di sana pun mulai berintegrasi dengan masyarakat Korea. Contoh integrasi yang dilakukan oleh Muslim adalah salah seorang di antara mereka bernama Samga, dari etnis Uighur menikahi perempuan Korea. Dia dikenal sebagai nenek moyang klan Jang di Doksu yang masih ada hingga saat ini.

“Kerajaan Joseon (1392-1910)”
Muslim telah membentuk komunitas yang kokoh di akhir masa Kerajaan Goryeo hingga berdirinya Kerajaan Joseon di Korea. Mereka mampu mempertahankan kebudayaan, tradisi dan peribadatan agama Islam. Mereka mempunyai toko yang menjual produk dari negeri Muslim. Mereka bahkan membangun masjid yang dalam bahasa Korea disebut dengan “yegungs“.

Beberapa pemimpin Muslim bahkan mendapatkan status yang tinggi. Mereka diundang untuk menghadiri acara di Istana untuk membacakan ayat Al-Qur’an di sana. Perkembangan ilmu pengetahuan peradaban Islam seperti kalender Qamariyah (lunar/bulan) tersebar di sana melalui China.

Keterbukaan dan hubungan ini kem”udian berakhir di tahun 1427 setelah raja Sejong yang Agung atas desakan beberapa mentri mengeluarkan titah kerajaan yang melarang keras ritual agama Islam dan pakaian tradisional mereka. Hasilnya, banyak pemukim Muslim di Korea yang kemudian mengubur pakaian, kebudayaan dan ritual agama mereka setelah bebas menggunakannya dan bebas beribadah selama 150 tahun.

“Komunitas Muslim Modern”
Aktivitas Muslim kembali dimulai di Korea pada tahun 1920-an ketika pengungsi Muslim melarikan diri dari rezim Bolshevik yang kejam. Sekitar 250 orang Muslim Rusia, kebanyakan dari etnis Kazan Turks membangun pemukiman di Korea, dengan madrasah, masjid dan pemakamannya sendiri. Mereka bertahan hidup dengan melakukan aktivitas perdagangan dengan Manchuria (China), Korea dan Jepang. Namun, mereka kemudian pergi meninggalkan Korea menuju negara lainnya setelah terjadinya konflik sosial yang diakibatkan oleh mundurnya tentara Jepang pada tahun 1945.

Komunitas Muslim kembali dibangun pada tahun 1950an oleh tentara Muslim dari Turki yang berpartisipasi pada Perang Korea. Selain membawa perlengkapan militer, mereka juga mendakwahkan agama Islam dan membuka era baru untuk Islam di Korea. Dari sanalah Islam kemudian menyebar kembali di Korea.

Pada pertengahan 1970an, negara Arab yang kaya minyak bumi men-support dan membantu Muslim Korea. Masjid dan Islamic Center kemudian dibangung di ibukota Korea Selatan, Seoul pada tahun 1976 dengan tulisan Allahu Akbar (Allah Maha Besar) yang sangat besar di depannya. Masjid dan Islamic Center ini menjadi simbol kerjasama antara Korea dengan Arab dan umat Muslim di Korea. Hingga saat ini (tahun 2014) sudah ada 11 masjid di Korea yang rutin dikunjungi oleh 40.000 Muslim lokal dan 100.000 Muslim dari luar negeri, seperti Pakistan, Bangladesh dan Indonesia.

________________________________

Tulisan ini diringkas dan dirangkum dari essai Prof. Hee Soo Lee, ahli Antropologi Budaya dari Hanyang University yang berjudul “1,500 Years of Contact between Korea and the Middle East”. URL: http://www.mei.edu/content/1500-years-contact-between-korea-and-middle-east

Dan tambahan juga dari tulisan Sumaya El-Zaher berjudul “This is How Korean and Islamic Traditions Are Connected, in History and Today”. URL: http://mvslim.com/the-history-of-islam-in-the-korean-peninsula/

 

Advertisements

Kekaguman yang Melahirkan Kesesatan

cm_004

Seorang artis yang baru-baru ini memutuskan untuk tidak memakai jilbab begitu terkagum-kagum dengan peradaban Jepang. Dia hanya beberapa hari “blusukan” di negeri Sakura tsb, hingga kemudian menuliskan status yang kontroversial di akun Instagram yang kemudian hari di-delete-nya.

“Memiliki rasa syukur yang begitu besar atas semua kenikmatan yang mereka peroleh, dengan cara menghormati setiap makhluk hidup, makanan dan alam. Memiliki kesadaran tinggi akan ketertiban, kedisiplinan, dan kebersihan.

Sulit menemukan tempat sampah di sini, tapi juga sulit menemukan sampah berceceran di setiap sudut nya, Hampir tidak ada. (Mungkin saya belum mengunjungi semuanya, tapi sejauh mata ini melihat, memang setiap sudutnya terlihat rapih dan bersih).

Satu hal lain yang menarik perhatian saya, ketika saya menemukan beberapa penduduk asli yang tiba-tiba ingin memeluk suatu kepercayaan. Kemudian saya bertanya, kalau hidupmu sudah sebaik ini tanpa agama, lalu kenapa kamu ingin mencari Tuhan dan ingin memiliki agama?”

Sebenarnya artis ini bukanlah orang pertama yang inferior hingga kemudian kagum secara over dan pada akhirnya menyebabkan malapetaka akidah yang menyesatkan.

Bertahun-tahun sebelum Nabi Muhammad SAW dilahirkan, hiduplah seorang lelaki bernama Amru bin Luhay. Dia adalah lelaki yang gemar berbuat kebaikan, tangannya ringan mengeluarkan sedekah dan peka terhadap berbagai permasalahan umat. Dia pun menjadi tokoh besar yang dicintai dan disegani.

Suatu saat dia melakukan travelling ke negeri yang tak kalah indahnya dengan negeri Jepang, Syam. Syam adalah negeri yang indah. Peradabannya juga maju. Dari Mekkah ke Syam, Amru bin Syam ibarat orang udik yang masuk kota. Perasaan inferior pun melanda.

Di balik berbagai kemajuan itu, Amru bin Luhay melihat penduduk Syam menghamba pada berhala. Dia pun “terinspirasi”. Tanpa pikir panjang, diambilnya kesimpulan yang tampak logis dan masuk akal, “Syam adalah tempat diutusnya para Rasul dan diturunkannya kitab suci.”

Pulang ke kampung halaman, Amru bin Luhay tak lupa membawa buah tangan, seperangkat berhala yang lengkap dengan operating system bernama Hubal di dalamnya. Berhala tak bernyawa tsb kemudian di-install-nya di dalam Ka’bah. Dengan kekuatan wibawa dan kepercayaan masyarakat yang dimilikinya, dia pun mengajak penduduk kota Mekkah untuk menyembah dan mengagungkannya.

Penyembahan berhala kemudian viral di jazirah Arab. Orang-orang Arab di kota lain latah mengikuti tren tsb hingga meninggalkan sisa-sisa ajaran Nabi Ibrahim as dan putranya. Mereka kemudian tersesat dan terperangkap di lembah kemusyrikan.

Andaikan saja Amru bin Luhay hidup di era milenial seperti ini, mungkin dia akan mendapatkan penghargaan sebagai Bapak Paganisme Bangsa Arab. Undangan wawancara akan memenuhi handphonenya. Ucapannya akan menggema di banyak media.

Pendukung fanatik membabi buta membelanya.
“Ngapain ngurusin kehidupan pribadi orang lain.”
“Dasar sok suci…”
“Saracen…”
“ISIS..”

Tentang Amru bin Luhay ini, Nabi Muhammad SAW pernah bersabda “Aku melihat ‘Amr bin Luhay menarik usus di neraka –dialah yang pertama kali mengubah agama Ismail kemudian dia memasang berhala.”

Selesai sampai di sini.

Hikmah dari kisah ini? Silahkan disimpulkan sendiri….

______________________________________

Referensi buku:
Said Ramadhan Al-Buthy. 2010. Fikih Sirah. Jakarta: Hikmah
Salim A. Fillah. 2012. Saksikan Bahwa Aku Seorang Muslim. Yogyakarta: Pro-U Media
Shafiyyurahman Al-Mubarakfuri. 2012. Ar-Rahiq Al-Makhtum. Jakarta: Ummul Qura

Materi Islamic Public Speaking (Untuk Materi Dakwah)

public speaking

Public Speaking

Bagi yang memerlukan materi Islamic Public Speaking khusus untuk disampaikan dalam acara Rohis, UKM Islami, LDK atau organisasi lainnya bisa menghubungi Faisal (0857-2275-3214). Slide presentasi dibuat menarik secara visual, dilengkapi dengan grafis menarik dan gambar dengan resolusi tinggi. Slide presentasi juga dibuat berdasarkan sumber referensi terpercaya.

Adapun materi yang bisa didapatkan:

  1. The Power of Public Speaking
  2. Persiapan untuk Public Speaking
  3. Jurus Ampuh Memikat Audiens
  4. Jurus Jitu Hilangkan Gugup dan Grogi
  5. The Art of Body Language
  6. Bonus: Dakwah di Jalan Allah

Pemesanan bisa dilakukan via Bukalapak: https://www.bukalapak.com/p/hobi-koleksi/buku/agama-kepercayaan/7welf7-jual-dvd-materi-presentasi-islamic-public-speaking

Atau jika ingin dikirimkan via email bisa langsung menghubungi saya via Whatsapp: 0857-2275-3214. Materi siap download insya Allah kami kirimkan.

Slide presentasi yang Anda terima bersifat editable atau bisa dimodifikasi, tambah atau kurangi sesuai dengan keperluan Anda.

Beberapa slide yang bisa Anda dapatkan:

 

Bagaimana Membuat Presentasi yang Interaktif?

presentation1-1200x681

Survei terkini yang dilaukan oleh Harris Poll menyatakan bahwa bampir setengah responden mengakui melakukan hal lain, selain menyimak dengan baik ketika dihadapkan pada sebuah presentasi. Jawaban populer antara lain, chatting (28 persen), mengecek email (27 persen) dan tidur (17 persen). Memang sulit membuat audiens terus memberikan perhatiannya ketika kita menyajikan presentasi.

Salah satu cara untuk membuat audiens fokus adalah membuat mereka menjadi bagian dari cerita yang akan kita sampaikan. Ada beberapa cara sederhana untuk membuat audiens aktif berpartisipasi dalam presentasi kita, dengan membuatnya lebih interaktif, ini dia:

  1. Pecahkan saja gelasnya (ice breaking). Setiap audiens yang menyaksikan presentasimu datang dengan mood yang bermacam-macam. Ice breaking sederhana bisa membuat audiens pada tingkat emosi yang sama dan memberikan energi baru bagi mereka. Coba minta para audiens untuk melakukan exercise sederhana untuk me-reset sejenak pikiran mereka dan memfokuskan pada apa yang kita sampaikan. Contohnya, minta mereka untuk berdiri atau perkenalkan mereka dengan audiens lainnya. Memulai dengan ice breaking, insya Allah akan membuat presentasi kita lebih interaktif dan meningkatkan partisipasi dari audiens.
  2. Sampaikan cerita (storytelling). Dalam presentasi, cerita adalah asupan gizi bagi otak, begitu menurut seorang public speaker profesional, Nathan Gold. Storytelling merupakan cara paling universal untuk merebut perhatian audiens, tak peduli dari mana mereka berasal. Audiens secara otomatis dalam kondisi “on” ketika kita memulai bercerita, sebab mereka penasaran apa yang terjadi selanjutnya. Dengan menyisipkan anekdot, akan semakin membuat cerita kita semakin meriah.
  3. Tambahkan video. Kita jarang menyisipkan video dalam presentasi, padahal ada sekitar 6 milyar jam video yang telah ditonton tiap bulannya di Youtube. Video adalah media yang dahsyat ketika ditampilkan saat presentasi. Video juga bisa membangkitkan emosi audiens. Tips untuk video adalah temukan video yang bisa membuat mood audiens berubah dan memperkuat cerita.
  4. Tanyakan pertanyaan selama presentasi. Penulis dan presenter ternama, Carmine Gallo menyatakan bahwa perhatian audiens akan menurun bahkan menghilang setelah 10 menit presentasi. Ya, 10 menit! Untuk merebut kembali perhatian mereka, Gallo menyarankan untuk membuat “soft break” di tengah-tengah presentasi. Caranya bisa dengan berinteraksi dengan audiens.
  5. Survei para audiens. Survei secara langsung merupakan tool yang efektif untuk menarik perhatian audiens. Tak seperti pertanyaan, survei akan membuat audiens tidak hanya memikirkan apa pertanyaan dari kita, melainkan juga memikirkan tentang jawaban apa yang akan mereka berikan. Dengan melibatkan semua audiens dalam menjawab pertanyaan survei, selain akan menarik perhatian dan membuat mereka fokus, juga akan membuat audiens menjadi bagian dari presentasi yang kita berikan.
  6. Gunakan alat bantu. Alat bantu adalah cara yang bisa digunakan agar audiens bisa menyerap pesan yang akan kita sampaikan. Bawalah alat bantu ketika presentasi di atas stage dan tunjukkan pada mereka secara visual apa yang ingin disampaikan.
  7. Berbagi kesuksesan. Jangan ceritakan kesuksesan Anda saja. Ajak yang lain untuk menceritakan kesuksesannya di stage Anda. Steve Jobs tak pernah menyampaikan presentasinya sendirian. Ia selalu mengundang beberapa pembicara, termasuk perancang, partner dan eksekutif lainnya untuk membantunya memperkenalkan produk mutakhir mereka. Lakukanlah hal ini juga. Bawa seseorang, bisa jadi audiens itu sendiri, ajak ia berbagi sesuatu yang masih relevan.

Dirangkum dan diterjemahkan secara bebas dari: sini.

Barangkali Anda ingin merancang dan membuat presentasi yang menarik, kreatif dan interaktif, untuk keperluan kuliah (tugas, skripsi dan thesis), demo produk, Event dan keperluan lainnya silahkan hubungi sms/WA 085722753214

Jumlah Huruf dalam Al-Qur’an

Al-Imam Syaafi’i dalam kitab Majmu al Ulum wa Mathli ’u an Nujum dan dikutip oleh Imam Ibn ‘Arabi dalam mukaddimah al-Futuhuat al Ilahiyah menyatakan jumlah huruf-huruf dalam Al Qur ’an diurut sesuai dengan banyaknya:

o Alif : 48.740 huruf,

o Lam : 33.922 huruf,

o Mim : 28.922 huruf,

o Ha ’ : 26.925 huruf,

o Ya’ : 25.717 huruf,

o Wawu : 25.506 huruf,

o Nun : 17.000 huruf,

o Lam alif : 14.707 huruf,

o Ba ’ : 11.420 huruf,

o Tsa’ : 10.480 huruf,

o Fa’ : 9.813 huruf,

o ‘Ain : 9.470 huruf,

o Qaf : 8.099 huruf,

o Kaf : 8.022 huruf,

o Dal : 5.998 huruf,

o Sin : 5.799 huruf,

o Dzal : 4.934 huruf,

o Ha : 4.138 huruf,

o Jim : 3.322 huruf,

o Shad : 2.780 huruf,

o Ra ’ : 2.206 huruf,

o Syin : 2.115 huruf,

o Dhadl : 1.822 huruf,

o Zai : 1.680 huruf,

o Kha ’ : 1.503 huruf,

o Ta’ : 1.404 huruf,

o Ghain : 1.229 huruf,

o Tha’ : 1.204 huruf dan terakhir

o Dza’ : 842 huruf.
Jumlah total semua huruf dalam al- Qur’an sebanyak 1.027.000 (satu juta dua puluh tujuh ribu). Jumlah total ini sudah termasuk jumlah huruf ayat yang di-nasakh.

Pahala membaca satu huruf Qur’an adalah 1 kebaikan yang dibalas 10 kebaikan. Jika dikalikan: 1.027.000 × 10 = 10.270.000 pahala kebaikan. Itu baru 1 kali khatam Qur’an. Bagaimana jika sampai dua, tiga, empat, atau lima kali khatam Qur’an. 
Yuk khatamkan Qur’an di Bulan Ramadhan ini..! Bismillah

Sumber: Ust. Fahmi Salim, Lc. MA.

Pelesiran (Tanggapan untuk “Warisan” yang Ditulis oleh Afi Nihaya Faradisan)

Assalamu’alaikum Dek Afi Nihaya Faradisa.. Apa kabarmu? Alhamdulillaah, jika Dek Afi diberikan kesehatan dan kekuatan. Sungguh itu adalah nikmat dan karunia yang Allah SWT hanya berikan pada orang-orang tertentu di dunia, termasuk kita semua.

Dek Afi yang tersayang, di awal tulisanmu ada sesuatu yang membuat saya gundah dibuatnya. Dek Afi mengatakan, bahwa agama itu adalah sesuatu yang kebetulan. Lahir di negeri yang indah ini kebetulan. Pun dilahirkan oleh orangtua Dek Afi saat ini juga disebut kebetulan.

Dek Afi.. Sungguh itu bukanlah kebetulan. Itu semua ada Yang Merancang dan Menentukan. Kita dikaruniakan lahir di negeri yang indah, menyejukkan dan damai adalah anugerah dari Allah SWT. Dengan nikmat itu, kita bisa bersekolah dengan baik, menuntut ilmu, membaca, berinteraksi dengan kawan dan keluarga. Sungguh Dek, tak semua orang mendapatkan nikmat seperti kita.

Dek Afi juga mendapatkan karunia dari Allah SWT, dilahirkan di keluarga dimana saat ini Dek Afi dibesarkan. Mendapatkan cinta dan kasih sayang, tumbuh dan kembang, menjadi pribadi yang matang. Tak jarang kita saksikan, ada saudara kita yg terlahir tanpa sentuhan kasih sayang ibunda dan kehangatan dari ayahanda.

Nah, Dek Afi dari itu semua sayang. Ada nikmat yang luar biasa, melebihi nikmat yang saya ceritakan di atas, melebihi seluruh apa yang ada di semesta raya ini, yakni nikmat iman dan Islam. Dek Afi, sungguh itu adalah nikmat yang tiada duanya. Itu bukan kebetulan Dek Afi. Itu adalah nikmat dan karunia yang diberikan Allah SWT kepada kita semua. Sungguh ini adalah permata yang dititipkan oleh Allah SWT kepada kita, untuk dijaga dan dirawat dengan baik. Ini bukan warisan dek. Bukan warisan…

Dek Afi, negeri kita yang gemah ripah loh jinawi toto tentrem kerto raharjo atau disebut Max Havelaar dalam bukunya, “of de Koffij-veilingen der nederlandsche Handelmaatschappij” sebagai zamrud khatulistiwa. Negeri yang indah dan damai. Negeri yang terdiri atas beragam penganut agama, penutur bahasa dan pemilik budaya.

Namun semua itu berubah Dek Afi. Semua berubah setelah negara api menyerang! Dek Afi pernah nonton Avatar Aang kan? Ketentraman negara-negara Bumi, Air, Udara dan juga Api seketika berubah, ketika negara api memutuskan untuk menyerang. Di negeri kita, Indonesia yang keragamannya mengalahkan keragaman di negeri Avatar seketika juga berubah. Ada serangan yang lebih menyakitkan daripada sekedar lontaran api dan tembakan meriam negara Api. Serangan yang lebih menyakitkan daripada kilatan pedang. Serangan lisan dari seorang yang tak bertanggung jawab.

Dek Afi, dalam budaya kita, dalam keluarga kita, dalam agama kita, apakah diajarkan untuk berkata kasar. Berkata kasar kepada seorang ibu yang mencari kebenaran. Berkata kasar kepada orang yang mencari perlindungan dan tempat tinggal. Berkata kasar kepada penganut agama yang bukan bidangnya sama sekali. Sungguh Dek Afi, itu adalah perilaku yang menyakitkan kita semua.

Dek Afi, tindakan itulah yang seketika mengoyak persatuan yang sudah lama dijaga dan dipertahankan dengan susah payah oleh nenek moyang kita. Situasi negara kita menjadi tidak seperti dulu lagi. Kita saling menyerang padahal dulu kita saling kasih dan sayang. Kita saling menyindir padahal dulu kita suka melempar senyuman di bibir. Kita saling hantam padahal dulu kita sama-sama menyelamatkan kapal nusantara yang hampir karam.

Ya begitulah Dek Afi. Kami yang dengan semangat keimanan membela kalam Ilahi yang suci dianggap anti kebhinekaan, pengkhianat, anti pancasila dan intoleran. Sungguh Dek Afi, itu adalah tuduhan yang menyakitkan. Teriris sembilu rasanya hati ini. Bagaimana mungkin, kami dianggap anti kebhinekaan, padahal di keluarga, lingkungan masyarakat dan lingkungan kerja, kami masih hidup dan bergandengan tangan bersama. Bagamaina mungkin kami dianggap pengkhianat, padahal tak pernah sedetikpun kami memanggil pihak asing untuk ikut campur pada urusan negeri ini. Bagaimana mungkin kami dianggap anti pancasila, padahal itu adalah hasil kesepakatan ulama dan pendiri negeri yang kami cintai. Bagaimana mungkin kami dituduh intoleran, sedangkan semua saudara kami yang beragama minoritas, bisa beribadah dengan tenang di tempat ibadahnya masing-masing.

Dek Afi yang tersayang, jika kita benar-bencar mencintai Pancasila, maka ada wilayah tertentu yang tidak boleh diganggu gugat oleh orang lain, siapapun itu. Wilayah itu disebut sebagai agama. Di sana tidak boleh ada intervensi sama sekali, termasuk oleh pemimpin negara ini. You got the point, right? Tak boleh siapapun mengintervensi apalagi memaksakan keinginannya, menjelek-jelekkannya di muka publik, karena ini terkait dengan apa yang Dek Afi anggap sebagai warisan, walaupun saya kurang sependapat itu disebut sebagai warisan.

Dek Afi, sekali lagi agama bukan warisan. Islam, agama yang Dek Afi anut dan yakini saat ini adalah anugerah terindah dari Allah SWT yang diberikannya kepada Dek Afi. Dan kebenaran itu sebagaimana yang Dek Afi kutip dari Jalaluddin Rumi, adalah selembar cermin yang jatuh dan pecah berkeping-keping. Maka menurut saya, kebenaran itu ibarat permata, sebab tak mungkin pemberian dari-Nya rusak, pecah, hancur berkeping-keping. Permata nan berharga itu diturunkan oleh Allah SWT yang Maha Bijaksana ke muka bumi. Kita mesti mencarinya, mendapatkannya bagaimana pun caranya. Bahkan bila perlu, kita mesti berkeliling dunia, pelesiran kemana-mana seperti yang dilakukan oleh Salman Al-Farisy.

Salman Al-Farisy pelesiran dari tanah Persia, ke Iraq, Turki, Syam hingga tanah yang penuh dengan pohon Kurma, Madinah untuk mencari permata kebenaran yang diturunkan oleh Allah SWT. Pelesiran yang ia lakukan penuh tantangan dan cobaan, namun tak membuatnya patah semangat. Hingga akhirnya ia temukan apa yang membuat jiwanya merasakan ketenangan dan kebahagiaan. Andai itu warisan sayang, sudah pasti Salman akan menyembah api sebagaimana keluarganya.

Dek Afi… Untuk menemukan permata kebenaran itu. Ada travel guide yang akan membantu kita, dialah Nabi Muhammad SAW. Namun, jiwanya yang suci dan bersih telah dipanggil oleh Allah SWT. Ia dititipkan Sang Pemilik Permata, semacam peta yang akan menunjukkan dimana gerangan permata itu. Jika pun kamu sudah menemukannya, di sana ada pula manual handbook yang telah diajarkannya secara turun-menurun bagaimana menggenggam dan mempertahankan permata hingga akhir hayat.

Dek Afi… Dari hati ke hati kakak mau memberi nasehat. Godaan dunia sudah datang bertubi-tubi. Popularitas, dikagumi orang lain, disayangi banyak orang. Tapi ingat ya Dek Afi, sungguh itu semua semu. Ibarat gula, ketika rasa manisnya telah hilang, maka semut-semut akan menjauh dan pergi. Ibarat bunga, ketika madunya telah habis, maka lebah-lebah akan beterbangan mencari bunga yang lain. Jangan terpengaruh dengan godaan pemikiran-pemikiran aneh bin nyeleneh yang ditawarkan oleh khalayak banyak. Dek Afi dianugerahi Allah SWT akal yang jernih, semoga bisa mempertimbangkan darimana kita mesti menimba ilmu. Tentu kita akan memilih sumur yang airnya bersih, walaupun terlihat tua dan kuno penampakannya. Jangan memilih sumur yang berpoles cantik, namun ternyata airnya kotor dan membius pikiranmu yang bersih.

Pelesiran-lah kemanapun kau suka, namun jangan lupa travel guide dan manual handbook yang kakak ceritakan di atas. You are free to choose. But remember what Uncle Ben said to Peter Parker, “with great power comes great responsibility.”

Salam sayang dari Cimahi.

Syaharuddin Faisal. 20 Mei 2017.

Metode Khusus Menjaring Buku di Islamic Book Fair 2017

WhatsApp Image 2017-05-06 at 07.05.29(4)

Alhamdulillaah ini kali kedua mendapatkan kesempatan untuk berkunjung ke event Islamic Book Fair di Jakarta. Jika tahun sebelumnya diadakan di Istora Senayan, maka tahun ini diadakan di tempat yang lebih besar, yakni di Jakarta Convention Hall (JCC).

JCC memang ideal sebagai tempat untuk pameran, karena luas dan juga full AC. Space antara stand juga tidak terlalu mepet, sehingga leluasa kita berjalan di sana. Dengan memanfaatkan Google Maps, tempatnya juga mudah dijangkau oleh pengunjung dari luar Jakarta. Namun kata pepatah no body’s perfect in the world. Tempat ini mempunyai kekurangan besar terakait urusan perut. Jika di Istora Senayan dahulu ada tempat khusus untuk mencari pengganjal perut, maka di JCC ini tidak ada sama sekali. Di JCC ada cafe khusus pengunjung, namun jujur harganya tak bersahabat dengan dompet. Harga makanan yang tertera sama dengan harga kitab hardcover dengan ketebalan 1000an halaman. Mahal bro! Ada juga penjual jajanan seperti siomay dan gorengan, namun ini adanya di dekat pintu keluar. Tipsnya, bawalah makanan dari luar, ini lebih menenangkan.

Bagaimana dengan tempat shalat? Alhamdulillaah, ada mushalla yang cukup besar, terpisah antara jamaah ikhwan dan akhwat. Untuk toilet jika tidak mau mengantri panjang, Anda bisa memilih toilet yang berada di dekat pintu masuk atau dekat panggung utama. Toiletnya bersih dan wangi, seperti toilet di bandara.

Sewaktu berkunjung kemarin, sungguh di luar dugaan banyak sekali yang datang, terutama anak-anak sekolah yang mungkin program study tour dari sekolahnya. Dari jenjang TK sampai SMA ada semuanya. Saking padatnya, di beberapa stand harus berdesak-desakan beberebut buku dengan anak-anak ataupun orang tua. Jadi yang bawa keluarga mohon dijaga dengan baik, karena saat berkunjung di sana ada banyak sekali pengumuman anak yang terpisah dari orangtuanya. Please bagi yang belum menemukan jodoh jangan jadikan sarana ini untuk mengumumkan status dan kriteria jodoh idamannya.

Diskon yang ditawarkan beragam. Di beberapa stand favorit, buku-buku bagus didiskon besar-besaran. Di stand Pustaka Al-Kautsar ada buku diskon hingga 50-70% khusus buku terbitan lama atau yang sudah tidak ada segel plastiknya. Aqwam, Serambi, Tiga Serangkai, Proumedia, GIP, Almahira, Darus Sunnah, Darul Haq, Imam Syafi’i dan penerbit lainnya juga memberikan diskon yang menarik untuk pengunjungnya. Ada buku-buku lama yang mungkin susah ditemukan, ada juga beberapa buku yang fresh, baru diterbitkan.

WhatsApp Image 2017-05-06 at 07.05.29(2)

Di pameran ini, saya melakukan metode khusus untuk menjaring buku namun dengan modal yang terbatas. Mungkin Anda bisa menirunya. Metode tersebut yakni dengan berkeliling berulang kali untuk mendapatkan buku yang yang bisa berdamai dengan dompet tentunya. Keliling ronde pertama ditujukan untuk survei dan grab fast buku-buku yang langka, atau tersisa tinggal 1-2 saja. Di ronde pertama tsb saya berhasil mendapatkan 2 buku yang sudah saya idamkan sejak lama, yakni Fikih Sirah karya Prof. Dr. Zaid bin Abdul Karim Az-Zaid di stand Darus Sunnah dengan harga 50.000 saja dan Fikih Tamkin karya Prof. Dr. Ali Muhammad Ash-Shalabi di stand penerbit Pustaka Al-Kautsar dengan harga jauh dari biasanya, 40.000.

WhatsApp Image 2017-05-06 at 07.05.29(1)

Ronde pertama ini juga, mulai mengincar beberapa buku sambil menyesuaikannya dengan uang yang bersesakan di dompet. Setelah selesai ronde pertama, semua stand buku dicek satu per-satu semuanya, maka kembali lagi ke titik awal, keliling lagi. Nah, di ronde kedua ini buku yang saya ambil ada buku The Fall of Khilafah karya Eugene Rogan dan Perang Salib: Sudut Pandang Islam karya Carole Hillenbrand di stand penerbit Serambi. Saya salut dengan penerbit ini karena memberi diskon 40-50an persen kepada pengunjungnya termasuk untuk buku-buku best sellernya. Padahal di penerbit lain, paling hanya 25% diskon yang diberikan.

WhatsApp Image 2017-05-06 at 07.05.30

Penerbit Serambi setiap harinya selama IBF 2017 berlangsung memberikan diskon 50% untuk beberapa bukunya. Tiap hari berbeda-beda list judulnya. Diskon diberikan kepada pengunjung IBF dan juga yang memesan secara online di websitenya. Pucuk dicinta ulam pun tiba, buku yang didiskon 50% pada hari saya datang salah satunya adalah buku The Fall of Khilafah. Harga aslinya 140.000 dijual dengan harga 70.000 sahaja. Buku ini mendapatkan anugerah sebagai buku terjemahan Islam terbaik dalam pembukaan Islamic Book Fair 2017. Sedang buku Perang Salib: Sudut Pandang Islam didiskon 40% dari menjadi 120.000. Buku ini juga pernah mendapatkan penghargaan dari The King Faisal Internasional Prize dengan kategori Islamic Studies.

WhatsApp Image 2017-05-06 at 07.05.29

Di penerbit Tiga Serangkai, buku Sirah Rasulullah SAW karya Syaikh Mahmud Al-Mishri juga ikut diboyong pulang. Buku ini saya beli karena berdasarkan buku beliau yang sudah saya miliki sebelumnya tentang Sirah Sahabat dan Sahabiyah, gaya menulis beliau sungguh sastrawi, menyentuh dan didasarkan pada sumber yang terpercaya. Maka tak ada salahnya melengkapi koleksi karya beliau dengan membeli Sirah Rasulullah setebal 1026 halaman ini. Apalagi harganya hanya 80.000 saja, dari harga normal 190.000.

WhatsApp Image 2017-05-06 at 07.05.29(3)

Dari stand Proumedia, penerbit dari Jogjakarta ada 3 buku yang ingin ikut pulang dengan saya ke Bandung. Pertama, biografi Sayyid Quthb karya Dr. Shalah Al-Khalidiy. Di media sosial beberapa kali saya temukan perdebatan tentang Sayyid Quthb baik itu dari pengagumnya hingga pembencinya. Maka untuk lebih objektif, saya ingin mengetahui bagaimana biografi beliau yang ditulis secara objektif oleh seorang akademisi Palestina, yang merupakan tamatan S1 dari Universitas Al-Azhar, S2 dan S3 dari Universitas Islam Imam Muhammad bin Su’ud, Saudi Arabia.

Buku kedua dari Proumedia, karya penulis Jejak Islam Bangsa (JIB), Rizki Lesus, yang berjudul Perjuangan yang Dilupakan. Di masa saat ini, banyak penduduk Indonesia entah itu pemerintahnya ataupun rakyatnya terkena penyakit sindrom Islamophobia. Mereka juga terkena penyakit hilang ingatan terkait perjuangan umat Islam dalam sejarah terbentuknya republik ini. Nah, buku ini terbit di waktu yang tepat di saat umat Islam dinomorsekiankan dalam berbagai kepentingan.

WhatsApp Image 2017-05-06 at 07.05.29(5)

Buku terakhir dari Proumedia yang saya beli adalah buku murah seharga 10.000 namun dengan judul yang luar biasa, Membangun Kekuatan Islam di Tengah Perselisihan Umat karya Lembaga Study & Penelitian Islam Pakistan. Buku yang kiranya juga pantas dibaca di tengah kondisi umat Islam yang mencoba menggalang persatuan setelah Al-Qur’an dinistakan oleh seorang gubernur non-Islam di Jakarta.

Ramadhan sebentar lagi menyapa kita semua. Salah satu persiapan yang perlu dimatangkan adalah persiapan ilmu. Buku Rahasia Puasa Menurut 4 Mazhab karya Syaikh Dr. Thariq Muhammad Suwaidan yang menjadi pilihan. Buku terakhir yang dipilih adalah buku komik dakwah berjudul “Gambar itu Haram” karya Zia Ul Haq yang ternyata berteman dengannya di Facebook. Buku ini menjawab keluh kesah para seniman, mahasiswa atau juga dosen terkait hukum menggambar. Buku ini dikemas dengan style komik bergambar dan bahasa yang ringan namun kaya akan ilmu yang bermanfaat.

WhatsApp Image 2017-05-06 at 07.05.30(1)

Pada keliling ronde terakhir (setelah dompet merasa nyawanya sudah habis) dilakukan survei buku apa gerangan yang akan dibeli di kesempatan selanjutnya, sambil membelikan titipan teman. 2 buku yang menjadi titipan teman di Bandung, yakni novel terbaru kang Abik berjudul Bidadari Bermata Bening dan komik Islami berjudul LiQomik: Antologi Komik Islam.

Investasi di buku insya Allah tidak akan rugi. Kalaupun tak sempat dibaca semuanya, akan ada masanya buku itu akan diwariskan kepada yang lainnya, berharap ini menjadi shadaqah jariyah yang pahalanya terus mengalir hingga akhir zaman.

[JUAL] Materi Tarbiyah Islamiyah untuk Pemuda

Berikut list materi power point yang insya Allah akan kami kirimkan jika Anda berminat. Materi bisa dikirimkan via email, tanpa perlu memusingkan ongkos kirim. Namun, jika memesan DVD, video-video untuk presentasi juga akan kami sertakan.

Anda bisa memesan DVD ini via Bukalapak: https://www.bukalapak.com/p/hobi-koleksi/buku/agama-kepercayaan/7wd96t-jual-dvd-materi-tarbiyah-islamiiyah

Atau via Tokopedia (Free Ongkir sampai 40.000 hingga akhir September 2017): https://www.tokopedia.com/faisbook/dvd-tarbiyah-islamiyah

Silahkan hubungi kami di 0857-2275-3214 jika Anda berminat. Terima kasih.

Abu Bakar Ash-Shiddiq
Amal Jama’i
Aqidah Islamiyah
Cinta pada Rasulullaah
Dakwah di Jalan Allah
Fikih Wudhu
Ghazwul Fikri
Hal-hal yang Membatalkan Syahadat
Hati
Ikhlas
Kandungan Kalimat Syahadat
Konsep Diri
Kuliah Pranikah
Kupas Tuntas Valentine
Ma’rifatul Islam
Ma’rifatullah
Ma’rifaturrasul
Makna LAA ILAAHA ILALLAAH
Masjid di Masa Rasulullah SAW
Ma’rifatul Insan
Ma’rifatul Quran
Menjadi Murabbi Sukses
Mentoring
Momentum
Palestina
Pemuda dan Kebangkitan Islam
Pemuda Islam yang Menorehkan Tinta Emas dalam Sejarah
Pentingnya Syahadatain
Peranan Pemuda dalam Mengemban Risalah
Persaudaraan
Public Speaking
Syarat Diterimanya Syahadat
Syumuliyatul Islam
Tafsir QS. An-Naas
Tawazun
Sirah Nabawiyah 01: Keutamaan Mempelajari Sirah
Sirah Nabawiyah 02: Peradaban Dunia Saat Islam Datang
Sirah Nabawiyah 03: Peristiwa Penting Sebelum Kelahiran Nabi SAW
Sirah Nabawiyah 04: Dari Kelahiran Nabi hingga Kematian Sang Kakek

Sepenggal Cerita dari Aksi 212

212

Jadi begini ceritanya.

Pada mulanya kami akan diikutkan dengan kafilah Cimahi, darimana kami berasal. Namun apa daya, PO bus Cimahi tetiba meng-cancel bus yg sudah disewa, mirip-mirip kasusnya dengan beberapa PO bus di kota lainnya. Teman-teman di Cimahi tidak patah arang. Dari status FB saya ketahui, mereka menggunakan moda transportasi lainnya, yakni kereta untuk menuju lokasi aksi.

Seusai Maghrib, saya dibantu beberapa teman mencoba mencari-cari alternatif lain. Tak mungkin kita berhenti sampai di sini. Semangat adik-adik mahasiswa untuk membela kitab sucinya jangan sampai pupus hanya karena tak ada sarana. Salman ITB dihubungi, dan diberikan slot untuk 10 orang, padahal jumlah kami 14 orang. Tak mungkin di antara kami ada yg harus dikorbankan.

Dan pada akhirnya, selepas shalat Isya, Allah memberikan jalan. Di bus kafilah Bandung Barat masih ada kursi kosong dan cukup untuk kami semua. Alhamdulillaah, kami pun berangkat.

Perjalanan lancar jaya. Ketika berhenti di rest area Cikampek, ada banyak sekali bus kafilah kota lainnya yg hilir mudiknya. Dari sini saja, aroma-aroma perjuangannya sudah terasa.

Tiba di TKP sekitar pukul 6 pagi, kami sudah menyaksikan banyak sekali peserta aksi yg berjalan dengan pakaian putihnya. Saya sebagai PJ untuk mahasiswa yg ikut aksi sempat kebingungan dimana mencarikan sarapan untuk adik-adik mahasiswa ini. Karena masih buta kawasan Monas, tidak tahu dimana lokasi ATM berada dan dimana spot wisata kuliner nikmat, halal dan murah tentunya. Serta “uang 500.000” dari panitia, yg diberitakan beberapa media ternyata tidak ada. Hihihihi…

Namun tak disangka, ada dermawan yg memberikan kami sarapan pagi. Nasi plus fried chicken, tentu teman-teman yg rata-rata anak kos bahagia dibuatnya. Jarang-jarang sarapan seperti ini, kata mereka. Tak berhenti di situ saja. Dermawan-dermawan ini bertebaran di sepanjang jalan menuju lokasi aksi. Ada yg membagikan roti, kurma, nasi kuning, pisang, air mineral, sampai tak enak kita dibuatnya. “Ambil saja, gratis…”, seru para dermawan. Masya Allah, siapa sponsor mereka pemirsa? Tiada lain tiada bukan, Allah SWT.

Para peserta aksi juga tak menjadikan pembagian makanan gratis ini sebagai sarana aji mumpung. Mereka tak maruk dan serakah. Mereka tak anarkis dan berebut saat mengambilnya. “Sudah Bu”. “Kami sudah makan pak”. “Terima kasih, untuk yg belakang saja.” Begitu kata mereka saat menolak pemberian yg ada. Allahu Akbar, kapan lagi menyaksikan dan merasakan pemandangan persaudaraan seperti ini?

Di dalam taman Monas suasana dahsyat luar biasa. Entah berapa jumlahnya. Mereka masuk dengan rapih dan tertib. Tua muda, laki-laki perempuan, dari yg celana cingkrang, berjubah, bersarung sampai bercelana jeans. Muslimah berhijab, bercadar bahkan sosialita yg modis juga ikut serta. Berbagai bendera ormas, hijau, putih, hitam, merah semua berkibar bersama sang saka. Dimana lagi bisa menyaksikan pemandangan indah seperti ini?

Ketika ada yg khilaf menginjak rumput, satu persatu peserta yg lain berjibaku meneriaki dan mengingatkannya. “Jangan injak rumput woi, nanti ada metrotipu!” Sadis pemirsa…

Ketika menjelang shalat Jumat, doa para haters terkabul, gerimis hujan turun membasahi. Semakin deras ketika khatib, Habib Rizieq naik mimbar. Alhamdulillah.. tak ada yg kabur mencari tempat berteduh. Ini tentu tak sesuai dengan harapan haters. Suasana tetap tenang dan damai sampai akhirnya shalat Jumat ditunaikan, walau harus berbasah-basah ketika ibadah.

Ketika keluar dari area Monas, peserta aksi melakukannya dengan tertib. Tak ada yg adegan dorong-dorongan hingga terjatuh dan tertatih. Taman Monas juga kemudian dibersihkan oleh tim Daarut Tauhid, santri Ciamis dan peserta lainnya hingga kinclong dan bersih seperti sedia kala. Mereka inilah sebenarnya idaman para mertua. Monas aja dijaga dgn baik apalagi kamu. Iya kamu..

Rasa persaudaraan, persatuan dan juga pengorbanan yg bergelora di dalam sanubari umat Muslim Indonesia ini bisa menjadi modal besar untuk menjaga negeri Indonesia ini dari gangguan internal maupun eksternal. Ketika ada pihak yg mencoba mengganggu stabilitas, persatuan dan kebhinnekaannya, sudah pasti mereka lah yg pertama kali turun untuk membelanya.

Tak seperti aktivis dan buzzer penista yg hanya aktif dan beraninya di dunia maya saja.

Sekian..

“Ditulis sehari setelah aksi Aksi Belas Islam III di kota Cimahi…” #KamiAlumni212

FaisPPT: Jasa Presentasi Powerpoint Murah, Meriah dan Wah

Presentation

Jika Anda bosan dengan penampilan presentasi Power Point yang itu-itu saja. Dan mau presentasi yang meriah dan wah namun dengan harga yang murah? Mau presentasi yang tak membosankan dan tak jemu mata memandangnya? Mau presentasi yang padat isi tapi tidak norak dan warna warni? Mau presentasi yang amazing tapi harganya miring?

Mudah-mudahan kami bisa membantu Anda untuk membuatkannya.

Tinggal kirimkan kepada kami draft presentasi ataupun sumber dalam bentuk buku/internet, kemudian biarkan kami memutar otak dan berkreasi untuk membuatkan powerfull presentasi power point untuk Anda.

Kami menerima berbagai macam presentasi untuk berbagai keperluan, seperti rapat, tugas sekolah/kuliah, tugas akhir, skripsi, thesis (tesis), proposal, launching produk/event/acara, training, pelatihan, seminar, tugas kantor, company profile dan lain-lain.

Mohon maaf kami tidak menerima pembuatan presentasi yang berkaitan dengan MLM (Multilevel Marketing), Asuransi, Bank dan Perusahaan Rokok ataupun presentasi yang mengandung konten negatif, SARA dan pornografi.

Contoh presentasi kami, presentasi tugas kuliah, presentasi materi training dan lain-lain.

Jika masih kurang, silahkan lihat kumpulan presentasi kami di sini: http://www.slideshare.net/faishere dan di sini: http://www.slideshare.net/faisalsyh

Silahkan hubungi kami via sms/telpon/Whatsapp/Line: 085722753214

via BBM: 5C683B77

atau kirim bahannya ke alfais@hotmail.com

Bagi yang khawatir ini penipuan, jasa presentasi kami pernah diliput oleh Kompas cetak edisi 12 Juni 2016. Berikut dilampirkan fotonya.

Kami tunggu pesanan Anda… Terima kasih…